Bus Terguling di Subang
Korban Luka Ringan: Sopir Sempat Cek Kondisi Ban dan Bilang Baik-baik Saja, 10 Menit Bus Terguling
Muniroh, korban luka ringan akibat kecelakaan bus terguling, sempat bercerita sopir sempat mengecek ban dan bilang baik-baik saja.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Y Gustaman
"Sebanyak 13 pasien yang kami tangani, terdiri dari 10 pasien dewasa tiga anak-anak," ujar Devi dalam konferensi pers di RSUD Kota Depok, Sawangan, Minggu (19/1/2020).
Satu di antara korban selamat dan luka ringan dewasa adalah Suhaebah (50), warga RT 02/03 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok.
Suhaebah mengalami dislokasi bahu kanan dan hanya bisa terbaring lemas di ranjang pasie.
"Ini yang sakit," kata Suhaebah singkat sambil menunjuk bahu kanannya yang sakit di RSUD Kota Depok.
Ahmadi berujar istrinya itu duduk tepat tiga kursi di belakang sopir.
"Istri saya duduk di kursi ketiga belakang sopir," ujar Ahmad pada TribunJakarta.com.
Ahmad mengetahui kabar bus rombongan yang ditumpangi istrinya kecelakaan pada Minggu (18/1/2020) sekira pukul 18.00 WIB.
Sang istri sempat bercerita ketika kejadian dirinya sempat terguling-guling di dalam bus.
"Jadi istri saya terguling-guling pas kecelakaan itu, sampai sempat pingsan katanya."
"Dia sadar itu sudah di pinggir jalan," beber Ahmad.
Ahmad pun sangat bersyukur, dirinya masih bisa berjumpa dengan istri tercintanya dari kecelakaan hebat yang menewaskan delapan orang tersebut.
"Info yang saya tahu delapan orang meninggal katanya, alhamdulillah istri saya selamat walau luka-luka," ucap Ahmad.
Berikut, data korban meninggal dunia serta luka berat dan luka ringan dari peristiwa mau tersebut :
Korban Meninggal Dunia
1. Dede Purnama (pengemudi bus), laki-laki, umur 41 tahun, alamat Kampung Cikuda RT 35/16 Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.