Breaking News:

Viral SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Dana BOS SDN Samudrajaya 04 Bekasi Diklaim Sudah Sering Buat Perawatan Bangunan 

Dana BOS yang cair tiap tahun biasanya diperuntukkan bagi perawatan ringan berupa pengecatan SDN Samudrajaya 04 Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kondisi bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TARUMAJAYA - Kepala SDN Samudrajaya 04 Bekasi, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Adi Siswanto, sudah mencoba mengalokasikan dana BOS untuk perawatan bangunan. 

Adi mengatakan, dana BOS yang cair tiap tahun biasanya diperuntukkan bagi perawatan ringan berupa pengecatan, penambalan triplek yang jebol atau daun pintu yang bolong. 

"Ya buat pengecatan, buat ganti triplek yang sekat artinya biayanya enggak signifikan atau beli genteng satu ya kami bisa, cuma kalau buat rehab besar enggak bisa," kata Adi saat dijumpai di sekolah, Senin, (20/1/2020). 

Ketika ditanya kapan terkahir kali renovasi kecil dilakukan menggunakan dana BOS, Adi mengaku hal itu hampir setiap tahun dikerjakan sebagai upaya pemeliharaan. 

Tetapi, jika dilihat dari kondisi sekolah saat ini, nampak kerusakan parah terlihat di mana-mana. Bangunan sekilas seperti minim perawatan. 

"Kalau buat rehab itu tidak memungkinkan paling buat pemeliharaan aja, kalau buat bangun (gedung dana BOS) enggak boleh," ujarnya.

Bahkan ketika ditanya soal bingkai foto presiden dan wakil presiden yang nampak tidak terpasang di hampir seluruh ruang kelas, Adi berdalih pihaknya sudah membeli tetapi belum dipasang kembali.

"Ya kemarin abis pengecatan kami turunkan belum kami pasang lagi," jelas dia.

Adapun dana BOS di SDN Samudrajaya 04 Bekasi setiap tahunnya cair sesuai jumlah siswa. Terkahir, dana yang diterima sekolah dari program pemerintah pusat itu sebesar Rp186 juta. 

"Kalau dana bos itu sesuai jumlah murid, setahun itu kami Rp186 juta atau per murid 800 ribu per tahun," paparnya.

Pantauan TribunJakarta.com, kerusakan paling mencolok ada pada atap yang hampir seluruh ruang kelas mengalami bocor serta langit-langit plafon bolong. 

Hadiri Sidang Kasus Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Depan Istana, Aktivis Papua Pakai Koteka

Kemudian, kerusakan juga terlihat pada jendela dan daun pintu yang hampir seluruhnya tak memiliki kunci. 

Ditambah dengan dinding dan lantai tiap ruangan yang terlihat gompal dan pecah, beberapa bahkan sampai terlihat lapisan tanah akibat ubin yang mengelupas.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved