Breaking News:

Alamat Pemenang Tender Disoal

Pemprov DKI Akui Ada Keterlambatan Pengerjaan Proyek Revitalisasi Monas

seharusnya PT Bahana Prima Nusantara selaku kontraktor merampungkan revitalisasi tersebut pada akhir Desember 2019 lalu

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI/CYNTHIA LOVA)
Kolase Lokasi Kantor PT Bahana Prima Nusantara dan Monas 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengakui adanya keterlambatan pengerjaan revitalisasi pelataran sisi selatan Monas.

Ia menyebut, seharusnya PT Bahana Prima Nusantara selaku kontraktor merampungkan revitalisasi tersebut pada akhir Desember 2019 lalu.

Pasalnya, proyek revitalisasi kawasan Monas seharusnya dikerjakan dengan anggaran tahun tunggal (single year) di tahun 2019 lalu.

"Kontraknya tuh tanggal 12 November. (Kontraknya) 50 hari, berarti selesaknya akhir Desember," ucapnya, Selasa (21/1/2020).

Heru mengatakan, pihaknya pun kini memberi perpanjangan waktu hingga akhir Februari mendatang untuk PT Bahana Prima Nusantara menyelesaikan proyek tersebut.

"Kalau Desember enggak kelar berarti ada perpanjangan waktu 50 hari. Berarti perkiraan selesai di akhir Februari," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Atas keterlambatan pengerjaan proyek revitalisasi Monas ini, Heru mengakui pihaknya telah memberikan sanksi kepada PT Bahana Prima Nusantara.

Meski demikian, Heru enggan mengatakan, keterlambatan ini disebut sebagai wanprestasi dari kontraktor oemenang tender revitalisasi Monas.

"Sudah (dikenakan denda), (dendanya) per mil. Wanprestasi itu kalau dia tiga bulan enggak menyelesaikan," tuturnya.

Matangkan Kekompakan Tim, Persija Jakarta Gelar Simulasi Pertandingan

Evan Dimas Disindir Bonek saat Hijrah ke Persija, Agen Sebut Persebaya Tak Pernah Buka Komunikasi

Dibanding Toa, Warga Bidara Cina Usul Pemprov DKI Beli Benda Ini untuk Bantu Evakuasi Banjir

"Ini kan dikontraknya emang dua bulan, kalau saat perpanjangan habis, beri wanprestasi," tambahnya.

Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta sempat melakukan sidak di kawasan Monas pada Senin (20/1/2020) lalu.

Saat melakukan sidak, anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan Pandapaton Sinaga merasa heran lantaran pada papan pemberitahuan proyek disebutkan proyek tersebut dikerjakan menggunakan anggaran 2019 dengan masa kerja 50 hari sejak 12 November.

"Saya terkejut juga melihat pekerjaan ini, kok dipaksain seperti ini. Toh kan kalau pekerjaan anggaran 2019 bisa dikerjakan 2020 pakai anggaran apa?," kata Pandapatoan kebingungan, Senin (20/1/2020).

"Makanya kita pertanyakan pada pihak perusahaan enggak ada yang bisa jawab. Kita cek ke papannya anggaran 2019 dan dikerjakan 50 hari kerja dan kontraknya sekitar November," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved