VIRAL Edaran RW di Surabaya Soal Iuran & Sebut Kata Pribumi: Begini Penjelasan Pemkot

Dalam Isi surat yang tersebar itu, salah satunya memuat perbedaan besarnya iuran antara warga dengan klasifikasi 'pribumi' dan warga selain 'pribumi'.

VIRAL Edaran RW di Surabaya Soal Iuran & Sebut Kata Pribumi: Begini Penjelasan Pemkot
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Surat Keputusan RW 03 Bangkingan Kecamatan Lakarsantri Surabaya 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA- Surat Keputusan RW 03 Bangkingan Kecamatan Lakarsantri Surabaya viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dalam Isi surat yang tersebar itu, salah satunya memuat perbedaan besarnya iuran antara warga dengan klasifikasi 'pribumi' dan warga selain 'pribumi'.

Berdasarkan isi surat itu, keputusan itu didapat dari hasil musyawarah yang dihadiri oleh semua pengurus lingkungan RT beserta tokoh masyarakat dari mulai RT 01 sampai dengan RT 05 pada Minggu tanggal 12 Januari 2020.

Dari belasan ketentuan, terdapat tujuh ketentuan yang menyebut kata 'Pribumi.

Salah satu isi ketentuannya, 'Barang siapa yang mendirikan rumah selain warga pribumi wajib membayar iuran untuk kas RT Rp. 500.000 dan kas RW 500.000'.

Menanggapi hal itu, Kepala Bakesbangpol Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya baru mengetahui perihal viralnya surat keputusan itu.

"Saya juga baru tahu kalau ada kata-kata pribumi dalam surat itu," kata Eddy, Selasa (21/1/2020).

Menurut Eddy, pihak Pemkot Surabaya memang belum melakukan klarifikasi kepada RW setempat.

Hanya saja, Eddy meyakini, penggunaan istilah tersebut berkaitan dengan status kependudukan wilayah setempat, bukan menunjukkan etnis dan ras.

"Karena kalau saya baca itu sebenarnya pribumi dan non pribumi itu adalah penduduk yang ada di situ dan pendatang," terangnya.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved