Jaksa Tuntut Habil Marati 2,5 Tahun Penjara

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Politikus Partai Persatuan Pembangunan, Habil Marati dengan hukuman penjara selama 2,5 tahun.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Jaksa Permana saat diwawancarai awak media, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Politikus Partai Persatuan Pembangunan, Habil Marati dengan hukuman penjara selama 2,5 tahun.

Demikian dikatakan Jaksa Penuntut Umum, Permana, saat diwawancarai awak media, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Kata Permana, Habil diduga terbukti sebagai penyokong senjata api untuk mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal Purnawirawan, Kivlan Zen.

"Tuntutannya kemarin, terbukti di dakwaan kedua. Tuntutannya dua setengah tahun (2,5) tahun penjara," ujar Permana.

"Kemudian sebagian barang bukti digunakan, punya Habil ada yang dikembalikan dan ada yang dirampas," lanjutnya.

Lebih lanjut, Permana menyatakan Habil terlibat kasus pembelian empat senjata api dan kira-kira 117 peluru ilegal.

Empat senjata api ini, lanjutnya, yakni pistol laras pendek jenis revolver merek Taurus kaliber 38 mm dan kaliber 22 mm.

Lalu, pistol laras pendek jenis mayer hitam kaliber 22 mm dan senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm.

"Ada supply dana dari pak Habil kepada pak Kivlan yang diberikan kepada Iwan," jelas Permana.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved