PT GMF AeroAsia Perbanyak Bengkel Pesawat di 3 Daerah Sampai Australia

PT GMF AeroAsia, Tbk bakal menambah kapasitas operasional hanggar di sejumlah kawasan di Indonesia.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Direktur Utama GMFI, Tazar Marta Kurniawan saat Public Expose GMF di Auditorium Garuda City Centre (GCC) Komplek Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT GMF AeroAsia, Tbk bakal menambah kapasitas operasional hanggar di sejumlah kawasan di Indonesia.

Tahun 2020, GMF AeroAsia menargetkan pembangunan operasional hangar di wilayah Denpasar, Pondok Cabe, dan Bintan.

Direktur Utama GMFI, Tazar Marta Kurniawan mengatakan, pada pertengahan Februari 2020, GMF akan fokus di hanggar Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

"Sehingga, kita di tahun 2020 ini untuk pertama kalinya, perawatan ATR dari negara Fiji menggunakan hanggar di Pondok Cabe. Kita mulai pada pertengahan Februari," ujar dia saat Public Expose GMF di Auditorium Garuda City Centre (GCC) Komplek Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020) malam.

Menurutnya, tahap berikutnya ada di Bulan April 2020.

Yakni, menurut Tazar, GMF AeroAsia menargetkan optimalisaai hanggar milik PT Angkasa Pura I di Denpasar, Bali.

Bentuk kerja sama masih sistem sewa, namun masih akan terus dijajaki kerjasama bentuk lain, seperti partnership atau bagi hasil.

"Untuk di Denpasar sudah mengantongi lisensi dari EASA juga, lalu FAA dan DGCA. Makanya, nanti di sana perawatannya bukan untuk pesawat Garuda group saja tapi pesawat milik maskapai Australia dengan jenis perawatan ringan saja," jelas Tazar.

Bintan menjadi kawasan dan tahap terakhir sementara pada perluasan hangar di tahyn 2020.

Menurut Tazar, bila hanggar di Bintan sudah bisa dioptimalkan, kawasan tersebut bukan hanya sangat luas namun juga akan sangat strategis.

"Karena berdekatan dengan suplier di Singapura juga, jadi akan sangat efisiensi," sambung Tazar.

Juga pemanfaatan hanggar milik Merpati atau Merpati Maintenance Facility (MMF) sebanyak dua line.

Tidak selesai sampai di situ, lanjut Tazae, tahun 2020 GMF menargetkan memanfaatkan dua line sisanya, sehingga genap menjadi empat line milik MMF.

Bukan hanya di pasar domestik, Tazar mengaku, GMF akan melebar sampai ke negara tetangga, Australia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved