Food Story
Berdiri 1978, Alasan Samuel Widjaja Terinspirasi Bung Karno Hingga Putuskan Nama Bakmi Berdikari
Restoran Bakmi Berdikari sudah tak asing di telinga warga Tebet, Jakarta Selatan. Namanya terinspirasi dari Soekarno.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Restoran Bakmi Berdikari sudah tak asing di telinga warga Tebet, Jakarta Selatan.
Pasalnya, restoran yang berdiri sejak 1978 itu terkenal dengan rasa bakminya yang khas.
Pemilik restoran generasi pertama, Samuel Widjaja (70), menjelaskan asal nama restoran yang didirikannya saat pertama kali dirintis di rumah kecil itu.
"Saya kasih nama dengan slogan Bung Karno. Berdikari artinya berdiri di atas kaki sendiri," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Kamis (30/1/2020).
Samuel menginginkan agar usaha mienya juga mampu Berdikari.
Secara perlahan, usahanya membuahkan hasil dari jerih payahnya selama ini.
Kini, usahanya kian besar. Dari usaha bakmi di rumah kecil, Samuel sudah bisa membangun dua restoran berukuran megah di Jakarta.
Usaha itu diteruskan oleh anaknya yang kedua, Ronald Widjaja.
Pencapaiannya hingga sebesar ini bukan diraih barang setahun atau dua tahun.
Samuel mengatakan harus ada konsistensi dalam merintis usaha.
"Kalau dagang ada ujiannya. Setahun dua tahun jangan stop. Enggak laku jalan terus," ujarnya optimistis.
Kisah Samuel Widjaja, Pendiri Bakmi Berdikari Tebet: Tak Jadi Tentara, Kini Punya 3 Cabang Restoran
Sebuah restoran berplang megah bertuliskan Bakmi Berdikari terpampang di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Tebet, Jakarta Selatan.
Di bagian kanan plang, ada foto generasi kedua pemilik restoran, Ronald Widjaja berseragam koki tengah berpose mengangkat sejumput adonan mie dengan tangan kanannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/warung-makan-bakmi-berdikari-tebet-jakarta-selatan.jpg)