Polemik Revitalisasi Monas

Tebang Pohon di Monas, PDIP Sebut Anies Langgar Janji Kampanye Jadikan Udara Jakarta Seperti Puncak

Anies sempat berjanji jika terpilih menjadi gubernur akan mengubah kondisi udara Jakarta seperti di kawasan puncak Bogor, Jawa Barat.

Kompas.com/Garry Lotulung, M Lukman Pabriyanto, Kolase: Dino Oktaviano
Foto sebelum dan sesudah kawasan Monumen Nasional sisi selatan yang pohonnya ditebang. 

"Jadi sebetulnya kalau kita bicara upacara kan enggak harus di ruang terbuka sekali. Jadi saya pikir upacara tidak apa-apa dibayang-bayang pohon," ucapnya, Jumat (31/1/2020).

"Jadi biar saja ada plaza, tapi pohon-pohon tetap dipertahankan," tambahnya menjelaskan.

Bagaimana nasib pohon di Monas?

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan nasib ratusan pohon yang ditebang dan dipindahkan demi memuluskan proyek revitalisasi kawasan Monas.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Idris Ahmad mengatakan, ada beberapa jenis pohon yang tumbuh di Monas, salah satunya ialah jenis mahoni.

Harga kayu jenis mahoni sendiri cukup mahal, berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per meter kubiknya.

"Jadi, seandainya kayu-kayu tersebut dijual, apakah uangnya masuk ke kas negara? Ada banyak hal yang masih gelap," ucapnya, Rabu (29/1/2020).

Politisi muda ini pun menyebut, sampai saat ini Dinas Kehutanan sebagai pihak yang paling bertanggungjawab soal pengelolaan kayu hasil penebangan pohon belum memberikan klarifikasinya.

"Jadi Dinas Kehutanan yang melakukan penebangan pohon, maka biasanya kayu dibawa ke gudang," ujarnya.

"Bepara meter kubik kayu yang dibawa ke gudang? Apakah kayu tersebut disimpan saja atau malah dijual?" kata Idris bertanya-tanya.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved