Uang di Kotak Amal Masjid Al-Hurriyyah Mampang Sudah Dipindahkan 3 Hari Sebelum Dibobol Maling
Pihak kepolisian maupun pengurus Masjid Jami Al Hurriyyah, Mampang Prapatan, belum mengetahui jumlah uang yang dicuri dari kotak amal.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Pihak kepolisian maupun pengurus Masjid Jami Al Hurriyyah, Mampang Prapatan, belum mengetahui jumlah uang yang dicuri dari kotak amal.
Sebab, pada Sabtu (1/2/2020) atau tiga hari sebelum kotak amal tersebut dibobol maling, uang yang ada di dalamnya sudah dipindahkan pengurus masjid.
"Kerugian belum bisa diperkirakan. Setiap tanggal 1 memang jadwalnya diambil sama pengurus," ujar Muhlis (40), Humas Masjid Jami Al-Hurriyyah, saat ditemui di lokasi, Senin (3/2/2020).
Alhasil, pelaku hanya mengambil uang amal dari para jemaat maupun warga yang terkumpul selama dua hari terakhir.
"Bulan Januari kemarin ada Rp 10 juta. Untungnya sudah diambil duluan," kata Muhlis.
Bermodal gerinda, pelaku melancarkan aksinya pada Senin (3/2/2020) dini hari.
Butuh 30 menit bagi pelaku untuk bisa membuka kotak amal yang terbuat dari besi itu. Dari pukul 02.45 sampai 03.15.
Setelah berhasil membobol, pelaku membawa kotak amal tersebut ke toilet masjid.
"Dia eksekusi atau ambil uangnya di kamar mandi. Mungkin takut kelihatan orang dan dia pikir lebih aman," kata Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Sigit Ari saat ditemui di lokasi, Senin (3/2/2020).
"Setelah ambil uangnya, dia kabur dan tinggalkan kotak amalnya di toilet," tambahnya.
Pelaku juga sangat berhati-hati ketika sedang membobol kotal amal menggunakan gerinda.
"Ketika ada orang yang lewat, dia ngumpet di balik tembok," ujarnya.
Belum diketahui jumlah uang yang dibawa kabur pelaku. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari identitas pelaku.
Bobol Kotak Amal, Pelaku Tinggalkan Barang Bukti di Toilet Masjid Masjid Al-Hurriyah Mampang

Aksi pembobolan kotak amal di Masjid Jami Al-Hurriyyah, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terekam CCTV.
Bermodal gerinda, pelaku melancarkan aksinya pada Senin (3/2/2020) dini hari.
Butuh 30 menit bagi pelaku untuk bisa membuka kotak amal yang terbuat dari besi itu. Dari pukul 02.45 sampai 03.15.
"Dia eksekusi atau ambil uangnya di kamar mandi. Mungkin takut kelihatan orang dan dia pikir lebih aman," kata Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Sigit Ari saat ditemui di lokasi, Senin (3/2/2020).
"Setelah ambil uangnya, dia kabur dan tinggalkan kotak amalnya di toilet," tambahnya.
Pelaku juga sangat berhati-hati ketika sedang membobol kotal amal menggunakan gerinda.
"Ketika ada orang yang lewat, dia ngumpet di balik tembok," ujarnya.
Belum diketahui jumlah uang yang dibawa kabur pelaku. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari identitas pelaku.
"Kita akan koordinasi mungkin dengan Polres atau Satker lain untuk mengetahui apakah pelaku pernah melakukan di tempat lain," ucap Sigit.
Polisi Sebut Aksi Pembobolan Kotak Amal Menggunakan Gerinda Sebagai Modus Baru
Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Sigit Ari mengatakan pembobolan kotak amal menggunakan gerinda di Masjid Jami Al-Hurriyyah, Tegal Parang, merupakan modus baru.
Selain itu, menurut dia, pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut sudah cukup lama mempersiapkan aksinya.
"Kalau di sini saya rasa (modus) baru ya pakai gerinda. Memang terlihat sudah dipersiapkan sebelumnya," kata Sigit saat ditemui di lokasi, Senin (3/2/2020).
Pelaku membobol kotak amal yang terbuat dari besi dan membawa kabur sejumlah uang.
Sigit menjelaskan, pelaku butuh setidaknya 30 menit untuk membuka kotak amal tersebut.
"Dia butuh setengah jam ya. Saya lihat di CCTV dari jam 02.45 sampai 03.15," tambahnya.
Aksi pembobolan kotak amal ini terekam kamera pengawas yang terpasang di bagian luar masjid.
Pantauan TribunJakarta.com, kotak amal yang jadi sasaran pencurian berada di depan pintu masuk.
Kotak amal tersebut terbuat dari besi dan diberikan pelindung. Pelindungnya pun juga terbuat dari besi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari identitas pelaku.
Pelaku Pembobol Kotak Amal di Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Pakai Gerinda Butuh Waktu 30 Menit

Pelaku pembobolan kotak amal di Masjid Jami Al-Hurriyah, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menggunakan gerinda saat beraksi.
Ia membobol kotak amal yang terbuat dari besi dan membawa kabur sejumlah uang.
Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Sigit Ari mengatakan, pelaku butuh setidaknya 30 menit untuk membuka kotak amal tersebut.
Pelaku datang seorang diri, kemudian dia ambil kotak amal dengan gerinda," ujar Sigit saat ditemui di lokasi, Senin (3/2/2020).
"Dia butuh setengah jam ya. Saya lihat di CCTV dari jam 02.45 sampai 03.15," tambahnya.
Aksi pembobolan kotak amal ini terekam kamera pengawas yang terpasang di bagian luar masjid.
Pantauan TribunJakarta.com, kotak amal yang jadi sasaran pencurian berada di depan pintu masuk.
Kotak amal tersebut terbuat dari besi dan diberikan pelindung. Pelindungnya pun juga terbuat dari besi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari identitas pelaku.
Kotak Amal di Masjid Al-Hurriyah Mampang Dibobol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Seorang pria kepergok mencuri uang di dalam kotak amal di Masjid Jami Al-Hurriyah, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Aksinya itu terekam kamera pengawas yang terpasang di bagian luar masjid.
Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Sigit Ari mengatakan, pencurian tersebut terjadi pada Senin (3/2/2020) dini hari.
"Iya betul ada pencurian. Kejadiannya sekitar pukul 02.45," kata Sigit saat ditemui di lokasi.
Dari rekaman CCTV, lanjut dia, pelaku hanya beraksi seorang diri.
"Pelaku datang seorang diri, kemudian dia ambil kotak amal dengan gerinda," ujarnya.
• Orangtua Belum Tiba di Jakarta, 4 Pelajar Yayasan Nurul Amal Masih Berada di Panti Sosial
• Anaknya Ikut Kena Teror, Terkuak Motif Penghina Wali Kota Surabaya Karena Sakit Hati Anies Dibully
Pantauan TribunJakarta.com, kotak amal yang jadi sasaran pencurian berada di depan pintu masuk.
Kotak amal tersebut terbuat dari besi dan diberikan pelindung. Pelindungnya pun juga terbuat dari besi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Masih kita lidik. Kita cek juga rekaman CCTV," ucap Sigit.