Polemik Revitalisasi Monas

Dikritik Soal Revitalisasi Monas, Anies Klaim Dapat Apresiasi Setneg dan Tak Langgar Keppres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya buka suara soal polemik revitalisasi Monas.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah pohon yang tampak mulai ditanam di sekitar lokasi revitalisasi Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya buka suara soal polemik revitalisasi Monas.

Orang nomor satu di Jakarta ini pun sempat mendapat banyak kritik dari sejumlah pihak, mulai dari masyarakat, pengamat lingkungan, hingga anggota DPRD DKI Jakarta.

Saat kritikan bertubi-tubi datang, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini awalnya memilih diam.

Namun, Anies akhirnya buka suara dan mengklaim penataan kawasan Monas telah sesuai dengan Keppres 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

"Jadi itu (revitalisasi) sejalan dengan Keppres nomor 25 tahun 1995, karena memang rancangannya dibuat mengikuti Keppres," ucapnya, Kamis (6/2/2020).

Padahal, Pemprov DKI sebelumnya diduga melanggar peraturan yang dikeluarkan di zaman Presiden Soeharto itu lantaran tak meminta izin Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) selaku Ketua Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka.

Tak hanya itu, penebangan ratusan pohon untuk memuluskan proyek revitalisasi itu pun sempat dikecam oleh pengamat lingkungan.

Sampai saat ini keberadaan 191 pohon yang ditebang itu pun masih misteri.

Padahal, ada pohon jenis mahoni dan jati yang memiliki nilai jual tinggi turut ditebang demi proyek tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved