Polemik Pembangunan Hotel di TIM
Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Dihancurkan: Seni Itu Panjang Umur
Gedung opera Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat mulai dihancurkan, pukul 10.00 WIB, Kamis (6/2/2020).
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Siti Nawiroh
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Kamis (6/2/2020), terdapat papan besi yang tertulis;
"Mural ini dipersembahkan muralis Kolombia Ledania bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Kolombia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta"
"Sebagai simbol hubungan baik dan bekerjasama antara Kolombia dengan Indonesia. 10 September 2018"
Gedung Graha Bhakti Budaya ini berdekatan dengan kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Mahasiswa IKJ, Andre (23), mengatakan mural tersebut berarti bagi sejarah gedung Graha Bhakti Budaya.
"Jangan sampai dihancurkan juga ini. Bagi saya, bangunan gedung Graha Bhakti Budaya ini sangat bersejarah," ucap Andre saat diwawancarai TribunJakarta.com, di area TIM, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).
"Nah, sekarang ini bangunan sejarah di TIM tinggal kenangan," lanjutnya.
Meski begitu, Andre mengatakan kegiatan seni di TIM tak boleh berhenti.
"Bangunan sejarah boleh dihancurkan, tapi kegiatan seni harus tetap berjalan. Seni itu panjang umur sampai kapan juga," ucapnya.
Pembangunan Hotel di TIM
Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, menyebut pembangunan hotel di Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan usulan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kata Dwi, sapaannya, pihak Jakpro bersama Pemprov DKI pun telah berkonsultasi dengan arsitektur sekaligus pemenang sayembara revitalisasi TIM, Andra Matin.
"Ini usulan bersama, dalam diskusi tak ada satu orang pun yang mengusulkan. Juga sudah dikonsultasikan dengan Andra Matin," kata Dwi, saat dihubungi, Rabu (27/11/2019).
"Jadi, sebetulnya kalau ini sudah di-desain, ya ini desain bersama," sambungnya.
Di tempat terpisah, Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati, menyatakan revitalisasi TIM mulai dibahas pada 2007.