Perayaan Cap Go Meh di Bekasi
Rayakan Cap Go Meh, Warga Tionghoa Bekasi Doakan Indonesia Terhindar Wabah Virus Corona
Ribuan warga Tionghoa di Kota Bekasi berkumpul di Kelenteng Hok Lay Kiong untuk merayakan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2571, Sabtu (8/2/2020).
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Lapaoran Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Ribuan warga Tionghoa di Kota Bekasi hari ini berkumpul di Kelenteng Hok Lay Kiong untuk merayakan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2571, Sabtu (8/2/2020).
Ketua Yayasan Pancaran Tridharma selaku pengelola Kelenteng Hon Lay Kiong Bekasi, Ronny Hermawan, mengatakan, wabah virus corona yang belakangan meresahkan tidak berdampak pada perayaan Cap Go Meh tahun ini.
"Enggak telalu berpengaruh ya, mayoritas orang Tionghoa Bekasi enggak ada yang pergi ke China," kata Ronny.
Menurut Ronny, orang keturunan Tionghoa Bekasi merupakan masyarakat Bekasi asli yang sejak nenek moyang menetap di wilayah setempat.
Sangat jarang kata dia, orang keturunan Tionghoa Bekasi yang masih memiliki pertalian saudara dengan orang China asli di Negera China.
"Enggak, orang China Bekasi kan betul-betul orang Bekasi, boro-boro dia punya saudara di sana (Negara China), ngomong aja kaga bisa disuruh ke China ngomong apaan kaga ngerti," ujar Ronny.
Meski begitu, wabah virus corona yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China saat ini telah menjadi ancaman dunia.
Pada momen Cap Go Meh tahun ini, umat Tionghoa Bekasi menurut Ronny, berdoa agar Indonesia dapat terhindar dan diselamatkan dari wabah penyakit berbahaya.
"Virus corona itu udah melanda dunia bukan hanya di China, bisa menyebar ke mana-mana, mudah-mudahan cepat ditemukan vaksinya dan mudah-mudahan tidak juga masuk ke Indonesia khususnya di Bekasi," tegas dia.
Adapun perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi berlangsung meriah dengan pertunjukan arak-arakan budaya yang berlangsung di sekitaran Kelenteng Hok Lay Kiong, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu, (8/2/2020).
Arak-arakan dalam perayaan Cap Go Meh ini menampilkan pertunjukan dari berbagai kesenian bukan hanya identik dengan budaya tinghoa.
Ribuan peserta memulai arak-arak dari Kelenteng Hok Lay Kiong, lalu berjalan ke Jalan RA. Kartini, masuk ke Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan KH. Agus Salim.
Dari situ, ribuan peserta jalan kaki menuju Jalan Baru Pejuangan Jembatan Besi Rumah Duka untuk selanjutnya masuk ke Jalan Perjuangan arah Stasiun Bekasi.
• Menstruasi Kamu Selesai Lebih Cepat? Segera Kenali Faktor Penyebabnya!
• Ingin Bertemu Risma Secara Langsung, Suami Zikria Dzatil Menahan Tangis Beberkan Alasannya
Setelah dari Stasiun Bekasi, peserta kembali masuk di Jalan Ir. Juanda Bulan-bulan lalu mengarah ke Pasar Proyek Bekasi Timur untuk selanjutnya ke Jalan Mayor Oking dan finis di Kelenteng Hok Lay Kiong.
Pantauan TribunJakarta.com, beberapa kesenian ditampilkan mulai dari Reog Ponorogo, Ondel-ondel khas Betawi, Sisingaan, Egrang dan tentunya Barongsai.