Kosan 3 Lantai di Mampang Prapatan Roboh

Warga Sudah Peringatkan Pemilik Indekos yang Roboh di Pela Mampang: Ngeyel

Warga RT 03/RW 07 Pela Mampang, Jakarta Selatan, sudah berkali-kali memperingati pemilik bangunan indekos yang roboh. Namun sang pemilik tetap ngeyel.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Suharno

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Warga RT 03/RW 07 Pela Mampang Jakarta Selatan sudah berkali-kali memperingatkan pemilik bangunan indekos yang roboh pada Sabtu (8/2/2020).

Warga setempat bernama Agus (55) mengaku sudah mengetahui jika bangunan tersebut tidak layak huni.

"Dari awal warga sudah tahu kalau bangunannya tidak layak. Kelihatanlah dari pondasinya," kata Agus ditemui TribunJakarta.com di lokasi, Minggu (9/2/2020).

"Kita sudah peringatkan, tapi orangnya ngeyel."

"Ya tinggal tunggu waktu saja. Benar kan, kemarin roboh," lanjut dia.

Pondasi indekos itu, sebut Agus, sebenarnya hanya layak dijadikan hunian satu lantai.

"Gimana ya, pondasi buat satu lantai tapi dijadikan tiga lantai."

"Besinya juga besi 8 (mm). Walaupun bukan tukang bangunan, saya tahu lah sedikit-sedikit," ujar Agus.

Bangunan kos-kosan 3 lantai dengan 20 pintu itu pada Minggu belum dievakuasi dan menumpuk di lokasi.

Lokasi kos-kosan yang roboh tersebut juga masih melintang garis kuning polisi.

Lurah Pela Mampang, Yunaenah belum bisa memastikan kapan puing-puing tersebut dievakuasi.

Setahu dia, proses evakuasi setelah polisi selesai menyelidi robohnya kos-kosan tersebut..

Sedikitnya 10 rumah hancur imbas robohnya kos-kosan milik Abdullah, warga setempat, pada Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 05.00 WIB itu.

Selamat Berkat Springbed

Rumah Maulana, satu dari 10 bangunan yang terdampak robohnya kos-kosan tersebut.

Saat kejadian, 16 dari 20 kamar kos-kosan tersebut sudah terisi. 

Luas per kamar kos-kosan sebesar 3x2 meter.

Tiga rumah di belakang kos-kosan tersebut paling parah karena tertimpa reruntuhan sampai area bermain Taman Kanak-kana Nurul Badar.

Lokasi rumah Maulana tepat di bawah kos-kosan roboh.

Beruntung, ia beserta istri dan anaknya selamat.

Ia menceritakan detik-detik keluar dari rumahnya untuk menyelamatkan diri saat kos-kosan tersebut roboh.

"Saya itu dibangunkan tetangga enggak dengar, posisi saya masih di dalam rumah," kata Maulana ditemui TribunJakarta.com, Minggu (9/2/2020).

"Alhamdulillahnya, yang menyelamatkan saya itu spring bed saya," imbuh dia.

Spring bed tersebut menimpa tubuh Maulana.

Di saat bersamaan, ia memeluk istri dan anaknya yang masih tertidur. 

Bangunan indekos yang roboh di Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).
Bangunan indekos yang roboh di Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Jadi batu, kaso, bangunan yang roboh itu menimpa springbed," ujar dia.

Ketiganya selamat dari insiden tersebut, meski Maulana mengalami sedikit cedera di lengan kanan.

Diduga Roboh karena Toren Air

Robohnya kos-kosan tersebut, Abdullah menduganya karena toren air di lantai tiga.

"Ini ambruknya dari lantai tiga. Di sana ada toren."

"Mungkin bangunan enggak kuat menahan beban toren," ungkap Abdullah yang juga Ketua LMK RW 007 kepada TribunJakarta.com di kediamannya, Sabtu (8/2/2020).

Abdullah baru mendapatkan kabar satu orang mengalami luka-luka akibat insiden kos-kosan roboh ini.

Seorang penghuni itu mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis dari petugas puskesmas terdekat.

Saksi Desi Setyawati mengatakan sejak semalam sudah ada tanda-tanda bangunan itu akan roboh.

Bisa dilihat dari banyaknya serpihan batu yang jatuh.

Suasana ambruknya bangunan kosan tiga lantai di RT 003 RW 007, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/2/2020).
Suasana ambruknya bangunan kosan tiga lantai di RT 003 RW 007, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Hujan yang deras sejak Jumat sampai Sabtu dini hari diperkirakan menjadi penyebabnya.

"Curah hujannya semalam deras sekali sehingga kemungkinan pondasinya tergerus dengan air," lanjut dia.

Desi membenarkan, bangunan yang pertama kali roboh berasal dari tempat toren 1500 liter di lantai tiga.

"Setelah toren roboh, diikuti dengan bangunan lainnya," sambung Desi.

Selamatkan Penghuni Lewat Teriakan

Hanya teriakan yang bisa Desi lakukan untuk menyelamatkan para penghuni ketika kos-kosan tersebut roboh.

Sebelum kos-kosan itu ambruk, Desi mendengar bunyi retakan pada pondasi bangunan yang didirikan pada 2015 itu.

Beberapa menit sebelum roboh, Desi berteriak ke arah penghuni kosan lantaran tak ada waktu untuk menjemput mereka.

"Saya cuma bisa teriak, saya cuma punya suara," kenang Desi.

"Itu juga berbarengan dengan hujan dan sebagian orang masih pada istirahat," ucap dia yang masih syok mengenang peristiwa di depan matanya itu.

Suasana ambruknya bangunan kosan tiga lantai di RT 003 RW 007, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/2/2020).
Suasana ambruknya bangunan kosan tiga lantai di RT 003 RW 007, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Ia memastikan penghuni di lantai 3 kosan selamat dari ambruknya kos-kosan itu.

Mereka keluar dan segera turun setelah mendengar teriakan Desi.

"Cuma saya enggak berani bilang penghuni di lantai 2 selamat ya."

"Yang saya lihat hanya penghuni di lantai 3," ungkap dia.

Setelah teriakan Desi, bangunan itu roboh menimpa tiga rumah dan area bermain taman kanak-kanak di belakangnya.

"Saya rumahnya di depan kosan itu, saya masih bangun kebetulan anak saya enggak bisa tidur," lanjut dia.

Bangunan sempat terganjal oleh sejumlah motor sebelum akhirnya roboh.

Penghuni Kos-kosan Menumpang

Lantaran tempat tinggalnya roboh, sebagian besar para penghuni kos-kosan yang bekerja sebagai buruh harian itu terpaksa tinggal di kediaman kerabat dekat atau rumah warga.

Pihak Kelurahan Pela Mampang sudah meminta Abdullah sebagai pemilik kos-kosan untuk bertanggungjawab terhadap kebutuhan para pengungsi.

Saksi kejadian, Desi Setyawati, saat dijumpai TribunJakarta.com pada Sabtu (8/2/2020).
Desi Setyawati, saksi yang melihat detik-detik kos-kosan tiga lantai dengan 20 kamar roboh, saat dijumpai TribunJakarta.com di rumahnya pada Sabtu (8/2/2020). 

"Saya minta kepada pemilik kos-kosan kalau ada penghuni yang minta bantuan supaya tanggung jawab," beber Lurah Pela Mampang, Yunaenah, saat ditemui TribunJakarta.com di kantornya, Sabtu (8/2/2020).

Pihak Kelurahan Pela Mampang tidak menyediakan dapur umum bagi para pengungsi.

Para pengungsi yang mendiami 16 kamar kosan sementara sudah mendapatkan bantuan dari warga sekitar.

"Mereka tertangani oleh tetangga-tetangga."

"Di kosan itu enggak ada anak-anak lebih kepada para pekerja," tambah Yunaenah.

Warga sekitar pun berinisiatif untuk membangun dapur umum darurat untuk mereka.

Secara urunan, warga membuat dapur umum dan memberikan bantuan baju kepada para penghuni.

Mereka yang menyelamatkan diri hanya membawa diri, bahkan identitas pun tak sempat diselamatkan.

Tak Kantongi IMB 

Sejumlah petugas kepolisian, Satpol PP, Damkar, dan pihak Kelurahan sudah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi puing-puing bangunan.

Suasana ambruknya bangunan kosan tiga lantai di RT 003 RW 007, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/2/2020).
Suasana ambruknya bangunan kosan tiga lantai di RT 003 RW 007, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Sudrajat, Kepala Pleton Grup A Pos Damkar Mampang Prapatan dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, mengatakan sempat terkendala saat pencarian korban.

"Puing-puing bangunan dari lantai tiga runtuh semua," ungkap Sudrajat di lokasi.

"Jadi sangat sulit untuk membongkar tembok yang roboh," beber dia.

Setelah berjam-jam menyisir puing-puing di lokasi robohnya kos-kosan, petugas damkar tidak menemukan korban jiwa.

Sementara itu Lurah Pela Mampang, Yunaenah, memastikan bangunan kos-kosan tiga lantai dengan 20 pintu itu tak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Saya tanya bahwa ini tidak ada IMB-nya. Gimana dia mau berizin untuk bangun kos-kosan IMB-nya tidak ada," ungkap dia.

Ia berharap pihak Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Mampang Prapatan dan Sudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Selatan menindaklanjuti masalah ini.

"Saya sudah melaporkan. Nanti dicek sama mereka," sambung dia.

Bangunan kos-kosan tak berizin di tengah permukiman warga itu sebagai salah satu bukti lemahnya pengawasan pihak berwenang.

Pantauan TribunJakarta.com, di lokasi robohnya kos-kosan tersebut sudah melintang garis kuning polisi hingga proses penyelidikan rampung. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved