Breaking News:

Penampungan PSK di Apartemen

Blusukan ke Kampung Suami Istri Cari Anak Gadis Jadi PSK: Gaji Dipotong untuk Lunasi Utang Orangtua

Suami istri MC (35) dan SR (33) ini baik meminjamkan uang ke orang-orang kampung yang terlilit utang, tapi ada maunya di balik itu.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (10/1/2020). 

Tiba di Jakarta tak sekadar sebagai pemandu lagu di tempat karaoke, pekerjaan inti mereka memuaskan nafsu pria hidung belang.

Mereka sudah diwanti-wanti dengan hasil pekerjaan mereka sebagai PSK, utang orangtua di kampung bisa lunas.

"Untuk pembayarannya akan dipotong melalui hasil keringat atau pekerjaan yang dilakukan anaknya," kata Budhi.

Ambil Untung dari Sistem Voucher

Diam-diam, kedua muncikari ini sudah bersiasat untuk mendapatkan untung besar. 

Mereka benar-benar memeras para PSK yang diumpankan ke para pemburu syahwat.

Tiap-tiap PSK punya target, sebulan wajib menjual 50 voucher sebagai tanda transaksi dengan pelanggan pria hidung belang.

"Target yang diberikan muncikari terhadap para PSK ini adalah terjual dalam satu bulan itu 50 voucher," kata Budhi.

Satu lembar voucher dihargai Rp 380.000, namun kenyataannya setiap PSK hanya menerima Rp 105.000 setiap kali melayani tamu.

Rinciannya, Rp 200 ribu untuk pemilik tempat hiburan, Rp 75 ribu untuk mucikari dan jatah PSK Rp 105 ribu.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved