Breaking News:

Penampungan PSK di Apartemen

Blusukan ke Kampung Suami Istri Cari Anak Gadis Jadi PSK: Gaji Dipotong untuk Lunasi Utang Orangtua

Suami istri MC (35) dan SR (33) ini baik meminjamkan uang ke orang-orang kampung yang terlilit utang, tapi ada maunya di balik itu.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (10/1/2020). 

Padahal, kata Budhi, mereka masih berusia sekitar 16-17 tahun.

"Ini KTP Palsu, untuk mengelabui petugas seolah-olah umurnya sudah dewasa," jelas Budhi.

"Mereka bekerja di bawah naungan agency Agatha, ada juga yang 14 tahun," sambung dia.

Setelah punya KTP palsu, para PSK di bawah umur dipekerjakan sebagai pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan malam.

Polisi masih mengejar penyedia KTP palsu yang dipesan MC dan SR.

"Ada pihak ketiga yang bertugas membuat KTP palsu ini," ungkap Budhi.

"Pengakuan mereka janjian di luar wilayah Jakarta Utara," terang Budhi.

Berdasarkan penyelidikan sementara, ada satu orang diduga berperan membuat KTP palsu.

Polisi masih mengejar orang tersebut.

"Pemalsu identitas untuk sementara diduga sebagai pemalsu data itu satu orang," katanya.

Budhi memastikan KTP yang dikuasai pasutri untuk identitas PSK di bawah umur jelas palsu.

Hal itu terlihat dari data identitas yang berbeda dari Kartu Keluarga yang dipegang para PSK yang masih di bawah umur.

Selain itu, bentuk fisik KTP tersebut juga dinyatakan palsu.

"Khususnya untuk data umur itu palsu, termasuk blanko juga ini kan bukan E-KTP, ini KTP lama," ucap Budhi.

Menurut Budhi, mereka masih berusia sekitar 16-17 tahun.

"Bahkan ada juga yang 14 tahun," imbuh dia.

Setelah dibekali KTP palsu, para PSK di bawah umur dipekerjakan sebagai pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan malam.

Tertangkap di Apartemen

Selama di Jakarta, MC dan SR menampung para PSK ini di sebuah apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kejahatan mereka terendus anggota Polsek Metro Kelapa Gading.

Polisi menangkap suami istri ini berikut 13 PSK, 9 di antaranya masih di bawah umur pada Kamis (6/2/2020) pekan lalu.

Turut ditangkap bersama mereka adalah tiga orang pria, yakni RT (30), SP (36), dan ND (21). 

Ketiganya berperan sebagai bodyguar sekaligus pengawas tempat penampungan para PSK selama di apartemen.

"Mereka bertugas mengawal agar para wanita ini tidak kabur," kata Budhi.

Polisi menjerat kelima tersangka atas dugaan melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

TONTON JUGA:

Sementara 13 PSK yang sempat diamankan dibawa ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Pria Hidung Belang Bisa Dipidana

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta polisi turut mengincar pria hidung belang.

Inilah salah satu cara untuk memutus mata rantai eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.

Secara hukum, menurut Arist, para pelanggan PSK di bawah umur bisa dijerat pidana sesuai undang-undang yang berlaku.

"Untuk memutus mata rantai sexual bonded (perbudakan seks) ini adalah konsumen juga jangan lupa," kata Arist di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (10/2/2020).

Khusus untuk pelanggan yang menyetubuhi PSK di bawah umur sama saja melakukan hubungan seksual dengan anak-anak.

"Bisa dijerat pidana, karena apa, sekali pun itu menurut si konsumen adalah PSK, yang mungkin dianggap boleh dilakukan kejahatan seksual, mereka tetap anak-anak," jelas Arist.

Perujuk peraturan yang ada, pria hidung belang yang memakai jasa PSK di bawah umur bisa dijerat hukuman minimal 5 tahun penjara. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved