Breaking News:

Polemik Revitaliasi Monas

Terungkap Pohon Mahoni yang Ditebang Demi Revitalisasi Monas, Anak Buah Anies: Sudah Jadi Bangku

Misteri keberadaan 191 pohon yang ditebang untuk revitalisasi Monas mulai menemui titik terang. Ini penjelasan Dinas Citata.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah pohon yang tampak mulai ditanam di sekitar lokasi revitalisasi Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Misteri keberadaan 191 pohon yang ditebang untuk revitalisasi Monas mulai menemui titik terang.

Kelapa Dinas Cipta Karya Pertanahan dan Tata Ruang, Heru Hermawanto, pun membantah bila ratusan pohon yang ditebang itu dijual.

Dugaan jual-beli kayu hasil penebangan ratusan pohon di Monas menyeruak lantaran ada pohon jenis mahoni yang memiliki nilai jual tinggi turut ditebang.

Penebangan tersebut demi memuluskan penataan kawasan bersejarah itu.

Bukan dijual, Heru menyebut, pohon tersebut dijadikan bahan baku untuk membuat mebel atau furniture.

"Kalau (pohon yang ditebang) itu biasanya disimpan atau dimanfaatkan untuk membuat bangku atau furniture," ucapnya, Rabu (12/2/2020).

Meski demikian, Heru mengaku tak mengetahui pasti dimana keberadaan mebel atau furniture tersebut.

Pasalnya, ratusan pohon yang ditebang itu merupakan tanggung jawab dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas.

"Kalau ketentuan itu kita enggak ngerti. Karena itu kembali kepada pemilik asetnya."

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved