28 RW di Tanjung Priok Jadi Lokasi Percontohan Pengelolaan Sampah

Sebanyak 28 RW di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditunjuk menjadi lokasi percontohan pengelolaan sampah.

28 RW di Tanjung Priok Jadi Lokasi Percontohan Pengelolaan Sampah
Dok. Sudin Kominfotik Jakarta Utara
Rapat koordinasi lokasi percontohan pengelolaan sampah di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakara Utara, Jumat (14/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sebanyak 28 RW di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditunjuk menjadi lokasi percontohan pengelolaan sampah.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Achmad Hariyadi mengatakan, hal ini dilakukan sebagai langkah dalam mewujudkan wajah baru pengelolaan sampah DKI Jakarta.

Penunjukkan 28 RW di Kecamatan Tanjung Priok sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah merupakan langkah dalam pengurangan volume sampah di DKI Jakarta.

"28 RW yang ditunjuk tersebar di tujuh kelurahan yang ada di Kecamatan Tanjung Priok," jelas Achmad dalam rapat koordinasi di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakara Utara, Jumat (14/2/2020).

Achmad memerinci, ke-28 RW tersebut antara lain RW 02, 03, dan 05 Kelurahan Tanjung Priok, RW 04, 05, 06, 08, dan 010 Kelurahan Sungai Bambu, RW 01, 07, 010, dan 015 Kelurahan Kebon Bawang, RW 01, 02, dan 09 Kelurahan Warakas, RW 02, 03, dan 010 Kelurahan Papanggo, RW 01, 04, 05, 06, 07, dan 09 Kelurahan Sunter Jaya, serta RW 01, 02, 05, dan 07 Kelurahan Sunter Agung.

Salah satu yang diunggulkan ialah RW 01 Kelurahan Sunter Jaya.

Terutama setelah wilayah itu menjadi lokasi pertama di DKI Jakarta yang meraih juara Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional pada tahun 2018.

"Juga karena salah satu lokasi RW tersebut adalah lokasi yang dekat dengan kantor Wali Kota Jakarta Utara," ucap Achmad.

Achmad menuturkan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara akan bekerjasama dengan unsur terkait dalam program pengelolaan sampah ini.

Sejumlah tim yang dilibatkan yakni dari kecamatan dan kelurahan, termasuk dengan unsur lainnya seperti Karang Taruna, Posyandu, kader Jumantik, dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Gadis Ini Pakai Helm Ketahuan Indehoi saat Valentinan, Sampai Nyelem di Bak Mandi

Bandit Bertopeng Tengkorak Berulah di Depok: Korban Menderita Luka Bacok

Achmad pun mengharapkan warga di lokasi-lokasi tersebut bisa memanfaatkan penunjukkan lokasi ini dengan baik.

"Mulai dari pengurangan, pemilihan, dan akhirnya sampah residunya bisa kita kurangi semaksimal mungkin. Sehingga sampah nantinya yang dibuang ke TPST Bantar Gebang bisa berkurang secara signifikan," kata dia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved