Peserta Observasi Natuna Tiba di Jakarta
Pengakuan Mahasiswi Bekasi Saat Terisolir di Wuhan, Beberapa Makanan Harus Dihindari
Musela Carentia (19), mahasiswi asal Bekasi yang sempat terisolir di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, akibat virus Corona.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Suharno
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG SELATAN - Musela Carentia (19), mahasiswi asal Bekasi yang sempat terisolir di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, mengungkapkan ada beberapa makanan yang dihindari selama virus corona merebak.
Hal ini diungkap Caren, sapaan akrabnya ketika dijumpai TribunJakarta.com, di kediamannya di Kampung Serang, RT04/01, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu, (16/2/2020).
Caren menatakan, dia selama terisolir bertahan hidup dengan cara membeli bahan masakan makanan dan mengolahnya sendiri.
"Pas di sana masak sendiri sih, kalau beli kan enggak toko yang buka pas di-lockdown (isolir), jadi yang buka paling supermarket aja," kata Caren.
Makanan yang kerap dia makan selama terisolir berupa nasi, telur dan sayur mayur.
Beberapa makanan yang dihindari saat virus corona merebak adalah daging-dagingan.
"Makanan yang paling dihindarin itu daging basah, ya mau ayam, sapi itu dihindarin,"ungkapnya.
Menurut dia, himbauan untuk menghidari makan makanan daging basah datang dari KBRI dan dari dosen-dosen di kampus tempat dia menuntut ilmu di Wuhan.
"Jadi kalau makan daging itu kalau bisa jangan, aku enggak makan daging selama isolir, jadi makan makanan telur, nasi, sayur kentang, wolter gitu-gitu aja, ada paling nugget," jelas dia.
Selama terisolir, Caren mengaku sudah menyiapkan stok bahan makanan dalam jumlah banyak.
KBRI selama dia berada di Asarama juga mengirim sejumlah batuan berupa makaman, uang saku, dan obat-obatan.
"Kalau aku stok cukup banyak waktu itu, cukup mungkin satu bulan, karena waktu sebelum tahu dievakuasi aku sempet keluar belanja bahan makanan," ujarnya.
Untuk harga bahan makanan, selama isolasi berlangsung naik cukup drastis terutama bahan makanan sayur-sayuran.
"Naik cukup drastis terutama sayuran, kaya kentang misal biasanya 4 yuan naik jadi 8 yuan per 500 gram gitu," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mahasiswi-bekasi-pulang-usai-virus-corona.jpg)