Waspada Hujan Guyur Jakarta, Bekasi dan Depok Siang Hari Ini, Senin (17/2/2020)

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta berawan pada Senin (17/2/2020). Hujan siang hari mengguyur Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Tribunnews.com/Willy Widianto
Ilustrasi Hujan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta berawan pada Senin (17/2/2020).

Hujan diperkirakan hanya akan turun di wilayah Jakarta Timur dan Selatan pada siang-sore hari, dengan kemungkinan disertai angin kencang dan petir.

Adapun kemungkinan hujan di wilayah lain, seperti Jakarta Barat dan Pusat kemungkinan hanya bersifat lokal.

Di Jawa Barat, cuaca Kota Bekasi, Bogor, dan Depok diprediksi hujan sejak siang hingga malam.

BMKG merilis peringatan dini hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir yang kemungkinan melanda tiga kota tersebut pada siang atau sore sampai malam.

Di Banten, Kota Tangerang diprediksi hujan sejak pagi. Intensitas hujan berubah dari ringan menjadi sedang begitu memasuki siang hari.

Musim Hujan hingga Februari 2020

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem terutama di wilayah Jabodetabek, Provinsi Banten dan Jawa Barat hingga Februari 2020.

Imbauan tersebut merujuk data yang disampaikan Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Agus Wibowo mengungkapkan prediksi cuaca ekstrem 2020 tersebut akan terjadi pada 11-15 Januari, akhir Januari 2020 dan pertengahan Februari 2020.

"Puncak hujan diprediksi akan terjadi pada Februari nanti," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2020).

Guna mencegah meluasnya dampak kejaidan yang ditimbulkan akibat hujan ekstrem, pihaknya meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (BPBP) untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

"Lakukan aksi penguatan kesiapsiagaan dan peringatan dini," papar dia.

Menurutnya, peringatan dini dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan atau inspeksi sarana prasarana untuk mencegah terjadinya banjir.

Adapun penting diperhatikan untuk mengecek saluran air, pompa, tanggul-tanggul kritis, pintu air, dan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved