Babak Baru Cawagub DKI Jakarta

DPRD Pastikan Ada Fit and Proper Test Dalam Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta

DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik pastikan dua cawagub DKI Jakarta harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

DPRD Pastikan Ada Fit and Proper Test Dalam Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda-KOMPAS.com/NURSITA SARI
Cawagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik memastikan, para calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Adapun uji kelayakan dan kepatutan akan dikemas dalam bentuk dialog atau tanya jawab dalam paripurna.

Selain itu, dalam rapat paripurna tersebut, dua Cawagub DKI, yaitu Ahmad Riza Patria dan Nurmasjah Lubis juga akan memaparkan visi-misi mereka masing-masing di depan anggota dewan.

"Uji kelayakan bentuknya adalah dialog, tanya jawab dalam paripurna. Kan lebih terbyka daripada dengan sekelompok orang," ucapnya, Selasa (18/2/2020).

Nantinya, uji kepatutan dan kelayakan ini sendiri akan diatur oleh Panitia Pemilihan (Panlih) yang dibentuk sebelum paripurna.

"Itu dalam paripurna sebelum pemilihan, nanti yang ngatur panitia pemilihan," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Paripurna permilihan Wagub DKI pendamping Gubernur Anies Baswedan ini pun ditargetkan rampung pada akhir Februari nanti.

"Jadi kita sebentar lagi punya Wakil Gubernur," kata Taufik.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut, pihaknya telah menyepati akan menggelar pemilihan Wagub DKI lewat mekanisme voting tertutup.

"Tadi Rapimgab memutuskan (pemilihan Wagub DKI) dilakukan voting tertutup," ucapnya, Selasa (18/2/2020).

Dijelaskan Prasetyo, mekanisme ini sesuai dengan draf tata tertib pemilihan Wagub DKI yang telah disusun oleh DPRD DKI periode sebelumnya.

"Keputusan Pansus (Panitia Khusus Pemilihan Wagub DKI) kemarn kan tertutup. Ya itu kita teruskan karena ini hasil Pansusnya seperti itu," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Meski pemilihan dilakukan dengan mekanisme voting tertutup, Prasetyo memastikan, masyarakat masih tetap dapat menyaksikan proses pemilihan Wagub DKI pendamping Gubernur Anies Baswedan.

"Iya masyarakat bisa tetap melihat (proses pemilihan Wagub)," kata Prasetyo.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved