Persija Jakarta

Persebaya dan Arema FC Berebut Tiket ke Final, Pelatih Persija: Saya di Hotel Pakai AC Tunggu Lawan

Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias memastikan siap menghadapi siapapun lawan di partai final turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim 2020.

TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias bersama Evan Dimas saat menghadiri jumpa pers di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (13/2/2020). 

Panpel memilih menggelar pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 tanpa dihadiri suporter.

Salah satu pertimbangan panpel adalah menghindari terjadinya kerusuhan dan gesekan antar suporter sepak bola.

Keputusan melarang suporter hadir di stadion menimbulkan perdebatan dan pertentangan dari berbagai kalangan.

Satu diantaranya yang menentang aturan tersebut adalah pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias.

Farias menuturkan, sejak awal berlaga di turnamen Piala Gubernur Jatim selalu mendapatkan dukungan dari suporter.

Suporter yang hadir ke stadion mampu menjaga ketertiban dan tidak membuat rusuh di dalam lapangan.

Kehadiran suporter dirasa perlu untuk membangkitkan semangat dan motivasi pemain ketika berlaga di lapangan.

"Kita main dari laga pertama hingga kemarin ada penonton, dan lawan Madura tidak ada. Ini tidak bagus dan harusnya tetap ada penonton agar bisa memberikan semangat di pertandingan," kata Sergio Farias.

Pada laga menghadapi Madura United, suporter dilarang hadir memberikan dukungan langsung di dalam stadion.

Kondisi tersebut membuat suasana di stadion hening dan tidak terdapat tekanan dari suporter.

Beruntung, suporter setia Persija yakni The Jakmnia tetap hadir memberikan dukungan dari luar stadion.

"Di pertandingan lawan Madura kita tidak ada penonton, tapi kita dengar penonton ada di luar (stadion). Itu membuat kita termotivasi dan semangat," terangnya.

Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek Selasa (18/2/2020) Siang, Daftar Wilayah yang Diguyur Hujan Lebat

Suporter Dilarang Masuk, Sergio Farias Kritik Panpel & Bandingkan Penyelesaian Masalah di Brasil

Menurut Farias, melarang suporter datang memberikan dukungan ke stadion bukan menjadi penyelesaian masalah.

"Untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini bukan malah melarang penonton hadir di stadion. Tidak bisa campur adukan 2 tim yang tidak ada masalah. Suporter ingin menyaksikan kita main," jelasnya.

Pelatih berusia 52 tahun itu membandingkan cara penyelesaian masalah dengan negara asalnya di Brasil.

"Di negara saya (Brasil) pasti masalah panitia dengan keamanan pertandingan. Saya sedih sekali, sangat sedih penonton tidak bisa masuk untuk dukung kita," tutur mantan pelatih Pohang Steelers tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved