Babak Baru Cawagub DKI Jakarta

Manta Dukung Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta, Fraksi Golkar: Sesuai Perintah Pimpinan Saja

Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mantap mendukung Ahmad Riza Patria dalam pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI pengganti Sandiaga Uno.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Ahmad Riza Patria saat mengunjungi Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta telah menyatakan sikap mendukung Ahmad Riza Patria dalam pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI pengganti Sandiaga Uno.

Ahmad Riza Patria sendiri merupakan Cawagub DKI yang diusung oleh Partai Gerindra.

Politisi yang kini masih duduk di parlemen Senayan ini akan bersaing dengan kandidat lainnya yang diusung oleh PKS, yaitu Nurmasjah Lubih.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menuturkan, pihaknya telah mantab mendukung Riza Patria.

"Golkar sudah putuskan mendukung Ahmad Riza Patria," ucapnya saat dikonformasi, Rabu (19/2/2020).

Meski mengaku mantab mendukung Riza Patria, Basri Baco tak menjelaskan secara rinci alasan pihaknya mendukung Cawagub DKI yang disokong oleh Gerindra ini.

Ia menyebut, pihaknya di DPRD DKI hanya mengikuti perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

"(Alasan pilih Riza Patri) sesuai perintah pimpinan partai saja," ujarnya.

Terkait dengan mekanisme pemilihan yang dilakukan dengan voting tertutup, Basri mengaku tak mempermasalahkannya.

Menurutnya, mekanisme ini sangat baik lantaran para anggota dewan bisa menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing.

"Supaya bisa (memilih) sesuai hati nurani," kata Basri Baco.

Untuk diketahui, meski dilakukan lewat mekanisme voting tertutup, masyarakat masih bisa menyaksikan jalannya proses pemilihan Wagub DKI pendamping Gubernur Anies Baswedan.

Maksud dari voting tertutup ialah pemilihan yang dilakukan dengan cara memilih salah satu kandidat dalam secarik kertas, lalu dikumpulkan oleh pihak panitia.

Dengan mekanisme seperti ini, para anggota dewan tidak akan mengetahui pilihan rekannya masing-masing.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved