Wakil Wali Kota Tangsel Sesalkan Murid Diajak Unjuk Rasa di Ciputat

Menurutnya, pihak guru dan kepala sekolah yang bertanggung jawab atas segala permasalahan di sekolah dan tidak perlu ikut melibatkan anak murid

Wakil Wali Kota Tangsel Sesalkan Murid Diajak Unjuk Rasa di Ciputat
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Puluhan murid sekolah Ash-Shiddiqiyyah, bersama orang tua dan guru, berunjuk rasa di depan proyek pembangunan Apartemen Urbantown Serpong, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) Rabu (19/2/2020).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menyesalkan unjuk rasa yang dilakukan oleh murid sekolah Ash-Shiddiqiyyah beserta guru dan orang tuanya di depan proyek apartemen Urbantown Serpong, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (19/2/2020).

Hal itu diungkapkan Benyamin usai menghadiri peluncuran Munas ke VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan City Expo XVIII di Hotel Santika Bintaro, Pondok Aren, Tangsel, Rabu (19/2/2020).

"Saya menyesalkan. Guru jangan mengajak-ajak, jangan dibawa ke yang lain. Pelajar itu ya tugasnya belajar," ujar Benyamin.

Benyamin juga prihatin atas situasi murid SD dan SMP yang sampai turun ke jalan.

Menurutnya, pihak guru dan kepala sekolah yang bertanggung jawab atas segala permasalahan di sekolah dan tidak perlu ikut melibatkan anak murid.

"Itulah kenapa mesti itu terjadi itu juga menjadi keprihatinan saya. Kan bisa guru dan kepala sekolah yang bicara jangan ada kaya gitu-gitu," jelasnya.

Penampilan Noah di Hari ke-2 Ashraf Sinclair Wafat, Mata BCL Sembab saat Bersiap Ziarah ke Makam

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, para murid yang masih mengenakan seragam pramuka itu membawa berbagai poster protes terkait pembangunan apartemen Urbantown Serpong yang bersebelahan dengan sekolah mereka.

Para murid, guru dan orang tua itu mempermasalahkan aktivitas crane, dan juga dampak debu yang mengganggu proses belajar mengajar.

Terkait permasalahan yang diprotes, Benyamin mengaku belum mengetahuinya.

Ia akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendalami masalah dan mencarikan solusinya.

"Saya belum dapat informasi nanti saya minta informasi dari dinas pendidikan," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved