Breaking News:

Klinik Pengedar Obat Ilegal

BREAKING NEWS Polres Jakut Ungkap Klinik Pengedar Obat-obatan Ilegal Seperti Dikonsumsi Lucinta Luna

Polisi memastikan obat-obatan dari klinik tersebut mirip seperti dikonsumsi selebgram Lucinta Luna yang beberapa waktu lalu.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (21/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara mengungkap klinik ilegal yang mengedarkan obat-obatan tanpa izin edar.

Pemilik klinik, ZK (55), diamankan pada Selasa (18/2/2020) di daerah Koja, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari penangkapan ini, polisi juga mengamankan barang bukti sekitar 2,5 juta butir obat ilegal.

"Ini pengungkapan sangat besar dengan jumlah hampir 2,5 juta (butir). Ada dua jenis obat yang memang tanpa adanya izin edar dan tidak memenuhi standar," kata Yusri di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (21/2/2020).

Yusri menuturkan, dari total jutaan butir obat yang disita, hanya ada dua merk utama.

Keduanya ialah obat penenang dengan merk Hexymer dan Trihexyphendidyl.

"Dua-duanya ini adalah obat penenang yang memang kadarnya tinggi. Tidak boleh diperjualbelikan bebas. Ini harus dengan resep dokter dan dokter pun memberikan resep ini tidak mudah," ucap Yusri.

Dikatakan Yusri, obat-obatan tersebut mirip seperti yang dikonsumsi selebgram Lucinta Luna yang beberapa waktu lalu juga diamankan Polda Metro Jaya.

"Kalau ingat obat ini pasti ingatnya LL (Lucinta Luna). Ini adalah salah satu obat yang dikonsumsi oleh LL," jelas Yusri.

Ditanya Pemain Persebaya yang Bersinar di Laga Final, Sergio Farias Menjawab: Riko Simanjuntak

Polisi Kejar Komplotan Jambret yang Rampas Tas Penumpang Ojek Online di Tebet Jakarta Selatan

Adapun setelah ditangkap, tersangka ZK diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Utara beserta barang buktinya.

Ia dijerat pasal 197 juncto pasal 196 UU RI no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar," ucap Yusri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved