Berikut Perbandingan Mr P Orang Indonesia dengan Negara Lain Hingga Cara Mengukurnya
Apakah kamu pernah mencari kalimat 'ukuran penis orang indonesia’ di dunia maya. Kamu tidak sendirian yang mencari kalimat kunci tersebut
Jika melihat angka tersebut, ukuran penis orang Indonesia termasuk normal, bukan? Baca juga:
Berapa ukuran penis kamu? Ikuti cara mengukur penis ini
Berikut adalah langkah pengukuran penis dengan metode BPEL yang digunakan penelitian Vealle.
- Pertama, tempatkan penggaris atau pita pengukur di pangkal penis yang ereksi sampai menempel ke tubuh.
- Tekan ujung penis ke arah ke tulang kemaluan (dibawah pusar) sejauh yang kamu bisa untuk menghindari perhitungan yang salah jika penis tertutupi lemak perut.
- Mulailah mengukur dari pangkal ke ujung penis.
2. Mengukur ketebalan penis
- Pada langkah ini, gunakan pita pengukur. Jika tidak punya pita pengukur, kamu dapat mengukurnya dengan benang. Pastikan benang yang digunakan tidak elastis karena dapat terjadi kesalahan pada pengukuran.
- Setelah itu, lilitkan secara perlahan pita pengukur atau benang pada bagian batang penis yang ereksi. Carilah bagian yang paling tebal.
- Jika menggunakan pita pengukur, kamu dapat langsung membaca ukuran tebal penis, namun jika menggunakan benang, kamu dapat menandai benang yang bertemu dengan ujung benang tersebut.
- Luruskan benang, lalu ukurlah menggunakan penggaris dari ujung sampai ke bagian yang telah kamu tandai.
3. Mengukur diameter penis
- Untuk mengetahui diameternya, pertama kamu harus mengukur ketebalan penis menggunakan metode yang telah dijelaskan di atas.
- Setelah itu, hasilnya dibagi dengan nilai konstanta 3,14 (tidak boleh diubah), dengan begitu kamu akan mendapatkan ukuran diameter penis.
Faktor yang memengaruhi ukuran penis
Ukuran penis umumnya berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Apa sebenernya yang menyebabkannya berbeda?
Tentunya bukan dari makanan, besar jari kaki, atau tinggi badan.
Itu hanyalah mitos yang kerap beredar.
Kenyataannya, ukuran penis sama halnya dengan warna mata dan kulit, yang merupakan produk genetik diturunkan dari orangtua.
Selama masa pubertas, testis mulai bertumbuh diikuti oleh penis.
Penis akan mencapai ukuran akhir sekitar 4-6 tahun setelah testis membesar untuk pertama kali.
Ahli urologi asal Florida dr. Brhmbhatt mengungkapkan bahwa kromosom yang diberikan ibu pada anak prianya bertanggung jawab lebih besar dalam mengatur panjang dan ukuran penis.
Oleh karena itu, perilaku ibu yang biasa mengonsumsi alkohol dan obat-obatan pada saat mengandung dapat memengaruhi ukuran penis anaknya kelak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-penis.jpg)