Berusaha Tolong Teman, Fitra Justru Tenggelam di Kalimalang Bekasi Ketika Latihan Dayung
Kejadian ini bermula ketika korban melakukan kegiatan latihan dayung di Kalimalang yang memang biasa dijadikan tempat latihan
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Seorang siswa SMA bernama Fitra Rangga Nugraha (16), tenggelam di aliran Kalimalang depan samping Kampus Unisma, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (21/2/2020).
Kejadian ini bermula ketika korban melakukan kegiatan latihan dayung di Kalimalang yang memang biasa dijadikan tempat latihan penggiat olahraga tersebut.
Wakil Satgas BPBD Kota Bekasi Karsono, mengatakan, korban dikabarkan tenggelam sekira pukul 15.10 WIB. Saat itu, korban berusaha menyelamatkan rekannya yang terbalik ketika sendang mendayung katak di tengah aliran kali.
"Korban pertama berusaha menolong temannya bernama Farhan sedang latihan perahu kayak, korban terjun ke air tidak menggunakan pelampung," kata Karsono.
Arus Kalimalang yang cukup deras rupanya membuat korban tidak mampu menggapai rekannya, dia justru tenggelam terbawa arus dan hilang.
"Temannya Farhan berhasil selamat, tapi korban Fitra justru hanyut terbawa arus dan tenggelam," jelasnya.
Korban Tenggelam di Kalimalang Merupakan Siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan
Korban tenggelam di Aliran Sungai Kalimalang Bekasi samping Kampus Unisma bernama Fitra Rangga Nugraha (16), merupakan siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan.
Kejadian ini terjadi saat korban dan sejumlah temannya menggelar latihan olahraga dayung di aliran Sungai Kalimalang samping Kampus Unisma Bekasi, Jumat, (21/20/2020).
Kania Salsabila (17) teman korban yang melihat kejadian mengatakan, latihan dayung merupakan kegiatan rutin yang kerap dilakukan bersama teman-teman penggiat olahraga dayung dari sekolahnya.
"Yang datang ke sini tadinya tuh ada sembilan sama dia (korban) karena dia nyusul, tadi kita mulai abis ashar, (kegiatan) sekolah," kata Kania.
Kesepuluh siswa ini berlatih di aliran Kalimalang dengan meminjam dua unit perahu milik Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dayung Kampus Unisma.
"Kita pinjem dua (perahu), junior saya yang jalan (naik perahu), terus pas latihan perahunya kaya goyang gitu," ungkapnya.
Perahu tersebut diketahui dinaiki oleh siswa bernama Farhan, di tengah latihan perahu itu kemudian terbalik hingga menyebabkan kepanikan.
Korban tenggelam bernama Fitra kemudian berusaha menyelamatkan temannya yang sedang kesulitan akibat perahunya terbalik. Saat itu, dia terjun ke dalam air tanpa dilengkapi pelampung atau alat pelindung diri.
"Yang perahunya terbalik itu udah berusaha minggir, karena dia enggak terlalu bisa berenang, nah sama teman saya (korban) langsung nyemplung buat nolongin," ungkapnya.
Namun nahas, ketika penunggang perahu berhasil naik ke bibir sungai, korban Fitra justru terbawa arus yang kala itu cukup deras.
Teman-teman korban berusaha memanggil korban yang kala itu tenggelam tidak terlihat batang hidungnya.
"Udah kita coba panggil udah enggak keliatan, udah yang lain langsung minta tolong sama anak-anak Unisma yang ada di sini," jelas dia.
Tim SAR Kesulitan Medan Saat Pencarian
Pelajar SMA Negeri 2 Tambun Selatan bernama Fitra Rangga Nugraha (16), tenggelam di Kalimalang samping kampus Unisma Bekasi ketika tengah latihan dayung bersama teman-temanya, Jumat, (21/2/2020).
Kabar tenggelamnya Fitar diketahui sekira pukul 15.20 WIB, kejadian bermula ketika korban berusaha menyelamatkan temannya usai perahu yang dinaiki terbalik.
Fitra tenggelam, sedangkan temannya yang ia hendak selamatkan berhasil naik dari permukaan air. Dia diketahui tidak menggunakan pelampung saat berusaha berenang ke dalam air.
Tim Kantor Pencarian SAR Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi langsung melakukan pencarian sejak sore hari.
Kordinator Kantor TIM Pencarian SAR Jakarta, Ryan Cristian, mengatakan, pencarian terus dilakukan memasuki malam hari.
Metode pencarian kata dia melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dan blander air menggunakan perahu motor radius 500 meter dari titik awal korban tenggelam.
"Di sini kita melakukan pencarian terhadap korban melakukan pencarian dari TKM (titik kejadian musibah) sejauh kurang lebih 500 meter, itu kita blander air menggunakan perahu motor tempel di situ tujuannya mudah-mudahan korban yang tertahan lumpur atau tertahan apa di bawah bisa terangkat ke atas," kata Ryan di Bekasi.
• Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Sleman Hanyut, Sri Sultan HB X: Kenapa Musim Hujan Ada Susur Sungai
• Kisah Penjual Peti Mati di Tangerang, Suara Ketukan Jadi Sebuah Tanda: Besok Biasanya Ada yang Beli
• Doa Berbalut Cahaya untuk Wuhan dari Pesisir Jakarta
Pihaknya melakukan pencarian pada malam hari hanya sampai pukul 21.00 WIB, kesulitan medan membuat Tim SAR memutuskan pencarian dilanjut besok pagi pukul 06.00 WIB.
"Stand by perahu di sini ada empat tapi untuk malam ini digerakkan sampai pukul 9 (malam) ada satu unit saja yang temen-teman lain istirahat untuk pencarian besok pukul enam pagi," jelasnya.
"Kesulitan jarak pandang karena sudah malam udah enggak optimal , sama mungkin di dasar kali kata teman-teman di bekasi banyak lumpur jadi itu yang kendala buat kami korban belum ketemukan," paparnya.