Pemkot Bekasi Jamin Biaya Pemakaman untuk Warganya Nol Rupiah

Pemerintah Kota Bekasi menjamin seluruh biaya pemakaman gratis untuk warga jika hendak dikuburkan di TPU milik pemerintah

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
TPU Perwira di Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya program DP Nol Rupiah untuk hunian tempat tinggal, di Kota Bekasi justru menjamin biaya nol rupiah untuk hunian peristirahatan terkahir atau makam untuk warganya.

Hal ini diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemakaman pada Dinas Perumahan Kawasana Pemukiman dan Pertanahan (Diperkimtan) Kota Bekasi, Yayan Sopian saat dijumpai di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira Bekasi Utara, Sabtu, (22/2/2020).

Yayan mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi menjamin seluruh biaya pemakaman gratis untuk warga jika hendak dikuburkan di TPU milik pemerintah yakni TPU Perwira, TPU Pedurenan dan TPU Jatisari.

"Alhamdulillah kalau di sini semua free mulai dari IPTM (Izin Penggunaan Lahan Makam), dulu dibebani retribusi sekarang free kebijakan pak Wali Kota Rahmat Effendi beliau suruh nol rupiahkan biaya pemakaman," kata Yayan.

Bukan hanya IPTM, biaya gali kubur hingga angkat rangka juga digratiskan untuk warga Kota Bekasi. Kebijakan ini sudah dilakukan sejak 2017 usai Pemerintah Kota Bekasi megelintorkan anggaran operasional pemakaman sebesar Rp4,5 miliar per tahun dari APBD.

"Dulu kita dibebakan retribusi, untuk awal IPTM Rp100.000, untuk perpanjangan IPTM dikenakan Rp75.000 per tiga tahun, belum lagi biaya gali dan segalam macem, tapi sekarang sudah nol rupiah semua alias gratis," ungkapnya.

Warga kata dia hanya dibebakan retribusi untuk biaya mobil jenazah saja, itupun menurut Yayan cukup murah sebesar Rp100.000. Jika hendak dibawa menggunakan mobil jenazah lain, warga dipesilahkan.

"Cuma mobil jenazah aja yang masih ada retribusi, tapikan sekarang mobil ambulan atau jenazah udah banyak kita hanya siapkan saja kalau ada yang minta kita siap dan dikenakan retribusi," ujarnya.

Referensi dari Jurnal, Penjelasan Komisioner KPAI Perempuan Bisa Hamil Saat di Kolam Berenang

Dia menjelaskan, sebelum digratiskan seperti saat ini, UPTD Pemakaman memiliki target pendapatan retribusi yang cukup besar, angkanya bisa mencapai Rp400 juta per tahun per TPU.

"Sebelum 2017 dulu kami ada target setahun per TPU Rp400 juta sekian, sekarang ya alhamdulillah cuma Rp35 juta itupun dari jasa ambulan atau mobil jenazah aja yang kita kenakan retribusi," jelas dia.

Adapun untuk anggaran APBD setiap tahun yang dikucurkan sebesar Rp4,5 miliar kata Yayan, diperuntukkan sebagai gaji karyawan TPU yang mencapai 75 orang dan perawatan makam yang tersebar di tiga TPU milik Pemkot Bekasi.

"Rinciannya Rp3,2 miliar untuk gaji karyawan, alhamdulillah di sini karyawan kami gaji per bulannya Rp3 juta sekian, target saya mau mereka digaji sesuai UMR Bekasi, sendangkan sisanya (anggaran) untuk biaya perawatan makam kaya rumput taman sama jalan," paparnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved