Begini Penjelasan Lama Sperma Hidup di Luar Tubuh Laki-laki

Sperma diketahui dapat hidup di luar tubuh pria. Namun, lama sperma hidup di luar tubuh tergantung lokasinya.

Tayang:
Net
Ilustrasi Sperma 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sperma diketahui dapat hidup di luar tubuh pria.

Namun, lama sperma hidup di luar tubuh tergantung lokasinya.

Dikutip dari Kompas.com, di permukaan yang kering, seperti pakaian atau sprei, sperma akan langsung mati begitu cairan semen kering.

Menurut dokter Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, sperma yang berada di liang genital wanita bisa bertahan selama 2-3 hari, tetapi lagi-lagi dia membutuhkan medium yaitu cairan tubuh.

Untuk bisa melakukan pembuahan sel telur, sel sperma harus berenang melalui vagina, tuba falopi, hingga mencapai indung telur yang subur dan siap dibuahi.

“Baru nanti sperma akan punya kapasitas untuk bisa berenang dan nanti akan ada proses filtrasi,” kata Ivan lagi.

Jika sperma sperma tidak bisa menembus sel telur maka sperma itu tidak bisa bertahan.

Untuk itu pernyataan yang mengatakan bahwa wanita bisa hamil saat berenang dengan lawan jenis, bisa dikatakan tidak mungkin.

“Dalam medis semua hal bisa saja mungkin. Namun untuk hal itu (berenang bersama lawan jenis bisa menyebabkan hamil), itu mendekati ke yang sangat tidak mungkin,” ujarnya.

Pendapat ini sekaligus mematahkan pernyataan viral Komisioner KPAI Sitti Hikmawaty yang menyebut pria dan wanita yang berenang di kolam renang yang sama bisa terjadi kehamilan jika pria ejakulasi.

Seperti dikutip dari situs WebMD, disebutkan bahwa di air, sperma bisa bertahan lebih lama dibanding di permukaan kering, terutama air yang hangat. Namun, hampir tidak mungkin sel sperma itu akan bergerak dan menuju vagina untuk melakukan pembuahan.

Terjadinya Kehamilan Tidak Mudah

Ilustrasi Hamil
Ilustrasi Hamil (Kompas/NataliaDeriaBina)

Pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty yang menyebutkan bahwa perempuan bisa saja hamil karena berenang dengan lawan jenis sudah diralat.

Sitti juga sudah meminta maaf dan mengakui pernyataannya keliru.

Meski begitu, pernyataan awal tersebut mungkin bisa menunjukkan masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki pengetahuan yang benar akan kesehatan seksual dan reproduksi.

Dijelaskan oleh dokter obstetri dan ginekologi, Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, kehamilan pada wanita membutuhkan proses yang panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved