Breaking News:

Interbio Ingin Besarkan Bisnis Keuangan Digital Tanah Air

Perusahaan tersebut telah bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri membangun sistem nasional KTP-el biometrik terbaik di dunia.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Irawan Mulyadi CEO Interbio 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia sedang mengembangkan sistem kependudukan, nampaknya kedepan identitas masyarakat tidak hanya sebagai kartu identitas semata.

Namun dapat digunakan untuk mengakses beragam layanan diberbagai bidang kehidupan.

Hal ini merupakan poros penting dalam industri keungan digital.

Untuk mendukung langkah tersebut PT International Biometrics Indonesia (Interbio), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi biometrik dan manajemen identitas berkelas internasional sedang mencoba melakukan beberapa pengembangan prodak.

"Kami (Interbio) telah sukses membangun, mengembangkan dan maintain identitas kependudukan yang sudah direkam dengan menggunakan teknologi biometrik, hari ini kita mencoba mengembangkan tehnologi ini untuk industri keuangan digital," ujar CEO Interbio Irawan Mulyadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/2/2/2020).

Interbio sedang bekerjasama dengan lembaga keuangan dan perbankan menerapkan penggunaan sistem pengenalan nasabah atau Know Your Customer (KYC) menjadi digital e-KYC, dimana verifikasi pembukaan rekening dengan menggunakan pengenalan wajah dan tidak lagi menggunakan sidik jari bagi pekerja migran yang tinggal di dalam maupun luar negeri.

"Konsep e-KYC adalah ketika nasabah mengunduh aplikasi, masukkan nomor identitas kependudukan dan verifikasi wajah, ketika data lengkap dan valid nasabah bisa langsung buka rekening. Interbio juga akan mengembangkan layanan perbankan digital secara global, sehingga dengan Kartu tanda penduduk yang dimiliki pekerja migran yang ada di luar negeri bisa langsung buka rekening sehingga mereka dapat mengirim uang ke keluarganya di Indonesia dengan lebih aman," kata Irawan Mulyadi

Interbio juga akan meluncurkan produk baru BioCode, yaitu kode QR dengan biometrik yang berisi data kependudukan dilengkapi dengan kode unik masing masing individu dan dapat digunakan tanpa jaringan internet terutama bagi masyarakat di pelosok.

Kode unik tersebut dapat mengurangi kerugian negara misalnya dalam BPJS ataupun bantuan sosial.

"Misalnya di pelosok untuk meminimalisir kecurangan atau penyalahgunaan penggunaan dan penerima BPJS, Bansos maupun KUR (Kredit Usaha Rakyat) kita verifikasi data dengan memindai kode yg dimiliki individu tersebut di handphone, keluar gambar wajahnya, lalu orangnya difoto dan dicocokkan dengan kode tersebut, karena di dalam sudah ada data biometrik nya jadi tidak perlu jaringan internet lagi,” kata Irawan Mulyadi.

Kedepannya Interbio juga akan mengaplikasikan sistem verifikasi dan validasi pelanggan (e-KYC) melalui teknologi biometrik, salah satunya menggunakan Facial Recognition, yang dikombinasikan dengan penarapan layanan Digital Signature sehingga dokumen elektronik yang ditransaksikan dapat diketahui keabsahan dan keasliannya.

Interbio berharap lompatan teknologi yang dimiliki perusahaannya dapat mengakselerasi pertumbuhan digital busines tanah air. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved