Eks Kepala BIN Hendropriyono Bantah Isu Pangkopassus Tampar Seskab Teddy, Sebut Hoaks

Menurut Hendropriyono, informasi yang beredar luas di media sosial tersebut tidak benar dan merupakan kabar bohong.

Tayang:
Instagram AM Hendropriyono dan Instagram Sekretariat Kabinet
BANTAH ISU - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono, membantah keras isu yang menyebut Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi menampar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di lingkungan Istana. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono, membantah keras isu yang menyebut Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi menampar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di lingkungan Istana.

Menurut Hendropriyono, informasi yang beredar luas di media sosial tersebut tidak benar dan merupakan kabar bohong.

"Itu informasi enggak bener itu. Kita lagi zaman begini mesti ngerti dong itu kan hoax," ujarnya seperti dikutip dari akun Instagramnya pada Kamis (23/4/2026).

Hendropriyono melanjutkan bahwa peristiwa seperti yang dituduhkan tidak pernah terjadi di lingkungan profesional seperti institusi militer dan pemerintahan.

"Itu enggak benar. Enggak pernah ada kejadian seperti itu. Saya kira kita semua paham ya, bahwa di dalam lingkungan yang profesional, yang penuh kehormatan tidak mungkin terjadi tindakan seperti itu," tegasnya.

Sebelumnya, isu tersebut ramai diperbincangkan publik dan memancing berbagai spekulasi.

Narasi yang berkembang bahkan menyeret nama sejumlah pejabat serta menggambarkan adanya keributan di lingkungan Istana.

Klarifikasi Pihak Kopassus

Menanggapi hal itu, pihak Kopassus juga telah memberikan klarifikasi resmi.

Mereka menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak memiliki dasar fakta dan menyebutnya sebagai hoaks.

Dalam pernyataan resminya, Kopassus mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler."

Lebih lanjut ditegaskan pula bahwa, "Kami pastikan kabar tersebut tidak sesuai fakta," demikian disampaikan dalam klarifikasi resmi melalui Instagram @penkopassus, Selasa (21/4/2026).

Penerangan Kopassus juga menilai informasi tersebut sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," ujar pihak Penerangan Kopassus.

Kopassus memastikan hubungan antarperwira di lingkungan satuan tetap berjalan profesional dan solid.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved