Kasus Korupsi

Tawa Rano Karno Bantah Terima Rp 1,5 Miliar: Mengaku Dibantu Wawan Rp 7,5 M Saat Pilkada

Rano Karno membantah menerima uang Rp 1,5 miliar dari Wawan. Tapi dia mengakui ada bantuan Rp 7,5 miliar saat kampanye

KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno sebagai saksi di persidangan untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno hadir sebabai saksi dikasus yang menjerat terdakwa Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan.

Di persidangan, Rano Karno dicecar mengenai pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012.

Rano Karno membantah menerima uang Rp 1,5 miliar dari Wawan.

Baca selengkapnya:

1. Dicecar terkait pengadaan alat kodekteran dan jatah fee

Adapun Wawan merupakan terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012, kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012, serta kasus pencucian uang.

"Saudara pernah mendengar ada pengadaan di tahun 2012, alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten?" tanya Jaksa Roy ke Rano di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/2/2020).

"Saya enggak tahu, Pak. Karena pasti perencanaan itu pada tahun sebelumnya," kata Rano.

Ia mengaku tidak tahu dan tidak hafal soal proses pengadaan alat kedokteran tersebut. Rano mengaku hanya pernah berkunjung jelang Rumah Sakit Umum Daerah Banten hampir selesai dibangun.

"Beda sama RS rujukan?" tanya Jaksa Roy lagi.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved