Warga Kampung Arus Minta Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung

Kelanjutan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang dihentikan Pemprov DKI Jakarta tahun 2017 dipertanyakan warga RW 02, Kampung Arus, Kelurahan Cawang.

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi Kali Ciliwung yang membentang di Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kelanjutan proyek normalisasi Kali Ciliwung yang dihentikan Pemprov DKI Jakarta tahun 2017 dipertanyakan warga RW 02, Kampung Arus, Kelurahan Cawang.

Amin Bun Yamni (70), warga setempat mengatakan mereka mempertanyakan kelanjutan proyek karena bosan jadi korban banjir setiap musim hujan.

"Dari tahun 2014 tanah sudah diukur, nominal ganti rugi tanah juga sudah keluar. Tapi sampai sekarang enggak ada realisasinya," kata Amin di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).

Padahal sejak rencana normalisasi Ciliwung yang dibarengi penggusuran bergulir, warga RW 02 tak menolak proyek tersebut.

Nahas setelah pengukuran bidang lahan dilakukan ulang pada tahun 2018, hingga kini kelanjutan normalisasi Kali Ciliwung tak jelas.

"Cuman datang, ngukur tanah terus foto-foto, tapi sampai sekarang enggak jelas. Kami masih saja kebanjiran, sudah empat hari ini kami kebanjiran terus," ujarnya.

Warga RW 02, Kampung Arus, Amin Bun Yamni (70) saat ditemui di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).
Warga RW 02, Kampung Arus, Amin Bun Yamni (70) saat ditemui di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Senada dengan Amin, Fatiah (50) mempertanyakan janji Pemprov DKI Jakarta melanjutkan normalisasi Kali Ciliwung yang kini masih terhenti.

Asa mendapat hunian baru bebas banjir dari uang ganti rugi atas rumah mereka hanya bertahan jadi asa karena Pemprov DKI urung melanjutkan proyek.

"Maunya ya digusur saja, biar ada ganti ruginya dan enggak kebanjiran terus. Bosan setiap tahun kebanjiran, padahal banjir dari tahun ke tahun makin parah," tutur Fatiah.

Warga Kampung Arus Kekurangan Bantuan Logistik Makanan

Banjir yang merendam permukiman warga RW 02, Kampung Arus, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020)
Banjir yang merendam permukiman warga RW 02, Kampung Arus, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Warga RW 02, Kampung Arus, Kelurahan Cawang mengeluhkan banjir luapan Kali Ciliwung yang merendam permukiman mereka sejak Jumat (24/2/2020).

Warga setempat, Amin Bun Yamni (70) mengatakan banjir yang merendam permukiman membuat seluruh aktivitas sehari-hari mereka terganggu.

"Sudah empat hari kebanjiran, air cuman surut sebentar terus naik lagi. Siang ini saja air naik lagi, padahal hari Minggu (23/2) kemarin banjir 1 meter," kata Amin di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).

Kelelahan membersihkan timbunan lumpur dan sampah imbas banjir pun hingga kini masih menggerogoti warga.

Dia juga mengeluhkan minimnya bantuan logistik bagi warga RW 02 Kampung Arus selama empat hari ini kebanjiran.

"Bantuan dapat satu kali saja, beras dan mie instan. Habis itu enggak ada bantuan makanan lagi, kita makan sedapatnya saja," ujarnya.

Meski dapur umum Pemkot Jakarta Timur masih berlokasi di Kelurahan Cawang atau didirikan di belakang RS Budi Asih.

Amin menuturkan bantuan logistik yang mereka terima, khususnya nasi boks selama terdampak banjir jauh dari kata cukup.

"Orang dari pemerintah datang saja enggak, jadi boro-boro dapat nasi boks. Kita cuman kebagian sampah nasi boks yang hanyut," tutur Amin sembari menunujuk sampah nasi boks yang terseret arus.

Menurutnya bantuan yang didapat hanya berupa tenaga saat bersih-bersih rumah setelah banjir dan evakuasi dari petugas gabungan.

Fatiah (50), warga lainnya menuturkan kondisi permukiman RW 02 luput dari perhatian pemerintah karena kebanyakan warga pindah.

Pasalnya banyak warga yang rumahnya sudah dibeli satu pengembang dan rencananya bakal membangun apartemen.

"Banyak warga yang pindah karena bosan kebanjiran, rumahnya dibeli sama pengembang. Dulu katanya mau digusur pemerintah untuk normalisasi tapi enggak jadi-jadi," tutur Fatiah.

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi kebenaran pernyataan Amin perihal bantuan logistik kepada Kasudin Sosial Jakarta Timur Purwono.

Namun hingga berita ditulis upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Purwono belum membuahkan hasil.

Warga Kampung Arus Cawang Kebanjiran 70 Cm

Warga RW 02, Kampung Arus, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati kembali terdampak banjir luapan Kali Ciliwung pada Senin (24/2/2020).

Warga setempat, Fatiah (50) mengatakan air mulai menjamah permukiman warga sekira pukul 11.30 WIB dan hingga kini ketinggian terus naik.

"Memang sebelumnya sudah ada peringatan dari RW kalau di Katulampa dan Depok siaga 3. Jadi pas air naik ya enggak kaget," kata Fatiah di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).

Meski pagi hari tadi banjir yang merendam permukiman warga surut, tak sampai 3 jam Ciliwung meluap air mencapai ketinggian 50 sentimeter.

Ketinggian tersebut dipastikan terus bertambah karena debit air kiriman dari Bogor dan Depok belum sepenuhnya tiba di Jakarta.

"Semakin naik airnya, enggak tahu nanti sampai berapa tinggi. Tergantung di Bogor sama Depok hujan lagi atau enggak," ujarnya.

Banjir yang merendam permukiman warga RW 02, Kampung Arus, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020)
Banjir yang merendam permukiman warga RW 02, Kampung Arus, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Untuk sekarang Fatiah menuturkan belum ada warga RW 02 yang mengungsi karena Kali Ciliwung kembali meluap.

Namun warga sudah bersiap memindahkan kendaraan bermotor dan perabot rumahnya ke tempat lebih tinggi agar terendam.

"Makin sore ya air makin naik, kalau di rumah warga yang agak lebih dekat kali bisa 70 sentimeter tingginya. Tapi enggak ada warga yang mengungsi," tuturnya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com pukul 15.45 WIB ketinggian air yang merendam permukiman warga sudah berkisar 70 sentimeter.

Warga yang tadinya memindahkan motor ke depan gang kembali harus memindahkan kendaraannya ke tempat lebih tinggi.

Jembatan Merah Kali Sunter Cipinang Melayu Jakarta Timur Rusak

Kondisi jembatan merah yang rusak diterjang banjir luapan Kali Sunter di Makasar, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).
Kondisi jembatan merah yang rusak diterjang banjir luapan Kali Sunter di Makasar, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Banjir luapan Kali Sunter yang merendam permukiman warga RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu Makasar Jakarta Timur ikut berdampak pada kondisi jembatan merah.

Terjangan arus Kali Sunter sejak banjir awal tahun 2020 lalu membuat jembatan penghubung warga RW 03 dan RW 04 rusak di sejumlah titik.

Triman (61), satu warga mengatakan sejumlah bagian pelat besi yang jadi penopang warga saat melintas bolong terdampak arus.

"Kalau terendam kan pelatnya jadi berkarat, terus dipakai lewat motor setiap hari ya bolong. Tapi masih tetap difungsikan, enggak ditutup," kata Triman di Makasar, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020).

Sejak awal tahun 2020 hingga kini, setidaknya banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter sudah menjamah permukiman warga.

Paling parah tanggal 1 Januari 2020 yang mengakibatkan jembatan pribadi milik warga ambruk diterjang derasnya arus.

"Biasanya dari PPSU Kelurahan memperbaiki jembatan, pelat yang bolong-bolong dilas. Tapi karena situasinya banjir terus jadi susah," ujarnya.

Kelelahan yang menggerogoti tubuh warga dan PPSU Kelurahan Cipinang Melayu saat banjir membuat perbaikan terpaksa ditunda.

Triman memprediksi perbaikan jembatan merah baru dilakukan setelah cuaca ekstrem tak lagi melanda Jakarta dan sekitarnya.

"Kalau banjir terus semua capek, makannya ini jembatan belum bisa diperbaiki. Hari Minggu kemarin saja 1,5 meter banjir," tuturnya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, karat, retakan, dan sejumlah lubang tampak pada sekujur pelat besi badan Jembatan Merah.

Bunyi derit besi beradu saat pengendara motor melintas terdengar nyaring dari jembatan yang dibangun hasil kerja sama warga dengan satu Yayasan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved