Operasi Tindakan Asusila, Satpol PP Depok Amankan 7 Wanita dan 3 Pria di Kamar Apartemen

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar razia untuk menekan angka tindakan asusila di Kota Depok.

Operasi Tindakan Asusila, Satpol PP Depok Amankan 7 Wanita dan 3 Pria di Kamar Apartemen
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
10 Remaja yang diamankan Satpol PP Kota Depok dari dalam kamar apartemen di bilangan Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (27/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar razia untuk menekan angka tindakan asusila di Kota Depok.

Kali ini operasi tersebut menyasar sebuah kamar apartemen yang ada di bilangan Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok.

Hasilnya, sebanyak tujuh remaja wanita dan tiga pria pun terjaring operasi tersebut.

Seluruhnya diamankan dari dalam kamar yang berbeda di apartemen.

“Penertiban tindakan asusila ini kami mengamankan 10 orang diantaranya tujuh perempuan dan tiga pria. Ini masih terindikasi, kami amankan karena ada indikasi pelanggaran perbuatan asusila dan prostitusi,” kata Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny di Balai Kota Depok, Kamis (27/2/2020).

Lienda menjelaskan, pihaknya akan mendalami keterangan dari seluruh remaja yang diamankan.

Diduga, tiga pria tersebut menjadi fasilitator dan pengguna jasa prostitusi.

“10 orang yang diamankan ini akan kami dalami, diduga yang perempuan melakukan tindakan prostitusi kemudian asusila juga, sementara yang laki-laki diduga menjadi fasilitator, yang menyediakan dan memakai jasa prostitusi,” katanya menambahkan.

Lanjut Lienda, seluruh remaja yang diamankan juga akan didata dan menjalani tes urine.

“Tes urinenya dilakukan sekarang dan dari Dinas Kesehatan, mungkin akan melakukan screening tes HIV,” bebernya.

Terakhir, Lienda berharap dengan rutinnya operasi tersebut angka tindakan asusila dapat menurun di Kota Depok hingga semakin lama terhapus seiring berjalannya waktu.

“Ini kami lakukan agar pelanggaran-pelanggaran terkait asusila yang meresahkan masyarakat bisa diminimalisir. Kalau bisa kami tiadakan. Sementara ini kami minimalisir perbuatan asusila dan praktik-praktik prostitusi,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved