Muslih Kaget Saat Raba Karung Ternyata Berisi Jasad Perempuan Terikat, Begini Curhat Suami Korban
Warga digegerkan penemuan jasad perempuan terbungkus karung di Kampung Sukalaksana, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (4/3/2020).
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Warga digegerkan penemuan jasad perempuan terbungkus karung di Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (4/3/2020).
Jasad perempuan dalam karung tersebut dalam kondisi terikat saat ditemukan warga.
Jasad pertama kali ditemukan seorang warga setempat yang akan mencari rumput.
"Betul, ada temuan mayat terbungkus karung. Sekarang kami masih melakukan olah TKP dengan Inafis," ujar Kapolsek Gunung Halu, AKP Yogaswara, saat dikonfirmasi.
Polisi belum menjelaskan secara rinci terkait penemuan mayat perempuan itu.
Karena untuk mengevakuasi korban saja, polisi harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari Mapolsek Gunung Halu.
"Penyebab kematiannya masih dalam tahap penyelidikan," katanya.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi juga langsung membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Sartika Asih di Kota Bandung untuk diautopsi.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban itu merupakan warga kampung setempat yang pergi mencari rumput ke kebun dengan anaknya.
Hingga saat ini polisi juga belum bisa menjelaskan kronologis yang pasti dan penyebab kematian perempuan tersebut.
Identitas Korban

Mayat perempuan yang ditemukan di Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah teridentifikasi dan diketahui usianya masih muda.
Mayat perempuan tersebut ditemukan seorang warga yang akan mencari rumput di hutan dan terbungkus karung serta pakaiannya sedikit terbuka.
Berdasarkan data resmi polisi, korban itu bernama Ai Nuryani berusia 25 tahun yang merupakan warga setempat.
Rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan mayat Ai.
Namun, polisi belum bisa menjelaskan secara rinci terkait kronologis maupun penyebab kematian perempuan tersebut.
"Kami fokus dulu melakukan pengungkapan, belum bisa memberikan informasi lebih detail. Mayat korban saat ini dikirim untuk diautopsi terlebih dulu," ujar Kapolsek Gununghalu, AKP Yogaswara saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2020).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat itu ditemukan terikat dan terbungkus karung pada bagian kaki dan kepala.
Namun bagian kaki sedikit terbuka sehingga warga yang menemukan bisa mengetahui bahwa bungkusan tersebut merupakan mayat.
Warga lalu melaporkan temuan tersebut ke perangkat desa dan pihak kepolisian.
"Penyebab kematiannya masih dalam tahap penyelidikan," katanya.
Luka Parah di Kepala
Mayat perempuan yang ditemukan terbungkus karung di Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga korban pembunuhan.
Mayat tersebut ditemukan, pada Rabu (4/3/2020) oleh seorang warga yang akan mencari rumput di hutan, kemudian dia melaporkan adanya penemuan mayat tersebut ke RW hingga ke aparat kepolisian.
Kapolsek Gunung Halu, AKP Yogaswara mengatakan, dugaan pembunuhan tersebut karena saat ditemukan, kondisi korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan luka pada bagian wajah.
"Betul, berdasarkan hasil olah TKP untuk sementara mayat itu diduga korban pembunuhan karena ada luka parah pada bagian kepala," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Gunung Halu, Kamis (5/3/2020).
Yogaswara mengatakan, luka parah pada bagian kepala perempuan itu diduga akibat terkena hantaman senjata tajam hingga menyebabkan korban meregang nyawa.
"Pada bagian wajah korban ada luka sobek dan bagian pelipisnya bolong," katanya.
Korban diketahui bernama Ai Nuryani berusia 25 tahun yang merupakan warga setempat, lokasi rumahnya sekitar 1 kilometer dari lokasi penemuan mayatnya tersebut.
"Kita sudah mendatangi lokasi kejadian, lokasinya berbukit melewati hutan Perhutani, waktu tempuhnya sekitar 30 menit jalan kaki," ucap Yogaswara.
Pengakuan Saksi
Ai Nuryani (25) ditemukan tewas dalam kondisi luka parah dan terbungkus karung di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ibu muda yang memiliki satu anak itu ditemukan warga yang akan mencari rumput pada Rabu (4/2/2020).
Penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga setempat karena kondisinya mengenaskan.
Seorang saksi mata Muslih (28), mengatakan, awalnya ia mendengar suara pengumuman dari toa masjid tentang adanya orang hilang yang merupakan warga Kampung Sukalaksana.
"Saya ikut mencari bersama warga lainnya dengan menyisir sekitar hutan yang berdekatan dengan sawah milik korban. Katanya ciri-ciri orang itu bawa karung, mau cari rumput," ujar Muslih saat ditemui di Mapolsek Gununghalu, Kamis (5/3/2020).
Saat mencari di sekitar hutan dia, melihat karung putih dalam semak-semak, kemudian karena dia penasaran, Muslih pun meraba karung tersebut dan tersentuh kaki korban.
"Sesudah diraba, saya kaget ternyata dalam karung itu ada mayat perempuan."
"Kemudian saya langsung teriak meminta tolong dan bilang ke warga lain," katanya.
Sementara Dani (29), kerabat korban mengatakan, dia terakhir kali melihat korban pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 12.30 WIB tepatnya di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Saya sempat melihat korban melambaikan tangan. Tapi anehnya enggak pakai kerudung. Padahal biasanya kalau ke sawah dia pakai kerudung," kata Dani.
Hingga saat ini kedua saksi tersebut masih berada di Mapolsek Gunung Halu untuk dimintai keterangan terkait penemuan mayat tersebut.
Lokasi Penemuan Mayat
Lokasi penemuan mayat Ai Nuryani (25) yang mengalami luka parah dan terbungkus karung di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) lokasinya cukup jauh dari kediamannya.
Korban merupakan warga setempat, namun karena kesehariannya seorang petani, dia kerap pergi ke sawah yang dekat dengan hutan.
Jaraknya, sekitar 1 kilometer dari kediamnnya.
Kapolsek Gunung Halu, AKP Yogaswara mengatakan, lokasi penemuan mayat tersebut kondisinya berbukit dan harus melewati hutan Perhutani, bahkan saat melakukan olah TKP polisi harus berjalan sekitar 30 menit.
"Memang Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat itu cukup jauh dari rumah korban," ujar Yogaswara saat ditemui di Mapolsek Gunung Halu, Kamis (5/3/2020).
Menurutnya, lokasi penemuan mayat itu merupakan area hutan dan area persawahan.
Sedangkan untuk akses jalannya banyak turunan dan tanjakan yang cukup terjal.
Ia mengatakan, hutan itu terdapat banyak pohon pinus dan berbagai macam tumbuhan seperti rumput liar yang ukurannya cukup tinggi.
Saat ini, sekitar lokasi penemuan mayat seorang ibu yang memiliki anak satu sudah dipasang garis polisi agar warga tidak memasuki lokasi penemuan mayat tersebut.
"Jarak antara sawah dengan hutannya sekitar 500 meter. Sedangkan jarak hutan ke TKP korban ditemukan tewas sekitar 100 meter," ucap Yogaswara.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi penemuan mayat itu, kemudian, pihaknya langsung melakukan evakuasi dan Tim Inafis melakukan olah TKP.
"Saat ini, mayat korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih (RSSA) Bandung untuk dilakukan otopsi," katanya.
Dugaan Pemerkosaan
Anggota Sat Reskrim Polres Cimahi terus melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat perempuan terbungkus karung di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Korban, Ai Nuryani (25) yang merupakan warga setempat ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, terdapat luka parah pada bagian kepala dan sobek pada bagian wajah akibat hantaman senjata tajam.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, selain mendalami dugaan pembunuhan pihaknya juga saat ini tengah mendalami adanya indikasi pemerkosaan terhadap korban.
"Itu masih kami dalami, mungkin arah kesana (pemerkosaan) ada. Tapi hal tersebut harus menunggu hasil otopsi yang dilaksanakan hari ini," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Gunung Halu, Kamis (5/3/2020).
Adanya indikasi pemerkosaan terhadap ibu muda tersebut karena saat ditemukan di hutan, korban sudah dalam kondisi sebagian pakaiannya terbuka.
Selain itu, kata Yohannes, berdasarkan hasil olah TKP dan ditemukan luka pada sebagian tubuhnya, korban ini diduga kuat merupakan korban pembunuhan.
"Ada luka akibat senjata tajam, jadi diduga keras bahwa korban ini merupakan korban pembunuhan," katanya.
Untuk memastikan adanya indikasi pemerkosaan dan dugaan pembunuhan, saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung untuk dilakukan autopsi.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa beberapa saksi secara intensif untuk mengungkap kasus ini, semoga segera terungkap," kata Yohannes
Curhat Suami Korban

Suasana duka tampak masih menyelimuti keluarga Ai Nuryani (25), korban pembunuhan yang mayatnya dibungkus karung di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pantauan Tribun Jabar, Kamis (5/3/2020), di sekitar rumah sederhana korban tampak masih banyak orang yang berkumpul menunggu kedatangan jenazah dari Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung karena hingga kini korban masih diautopsi.
Raut wajah sedih dari suami korban yakni Syarif Hidayat (28) dan ibu korban Halimah (60) terlihat saat menceritakan kejadian itu hingga menyebabkan Ai Nuryanti meninggal dengan kondisi luka parah.
Syarif Hidayat (28), mengatakan, ia sama sekali tidak menyangka istrinya bisa meninggal secara mengenaskan, padahal keluarga termasuk istrinya selama ini tidak memiliki masalah atau musuh dengan siapapun.
"Saya heran, ada orang sadis kayak gini. Padahal niat istri saya saat itu hanya mencari rumput," ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Untuk itu, ia belum bisa menerima aksi sadis yang dilakukan pelaku hingga menyebabkan istrinya meninggal dunia, sehingga Syarif berharap pelakunya bisa segera ditangkap polisi.
"Istri saya tidak memiliki musuh, makanya saya heran istri saya bisa seperti itu (meninggal)," kata Syarif.
Sementara Halimah menduga kuat anaknya itu memang tewas dibunuh, sehingga ia meminta pihak berwenang segera menemukan pelakunya dan memberikan hukuman yang setimpal.
"Saya sakit hati, anak saya meninggal seperti itu padahal tidak memiliki musuh sama siapapun. Anak saya hanya pencari rumput," katanya.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim gabungan yakni dari anggota Polres Cimahi dan anggota Polsek Gunung Halu agar kasus dugaan pembunuhan ini bisa segera terungkap.
"Tim gabungan itu perintah langsung dari bapak Kapolres, sejak kemarin dari awal penemuan mayat hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya.
Permintaan Keluarga
Keluarga Ai Nuryani (25), korban dugaan pembunuhan yang mayatnya terbungkus karung berharap pelaku bisa segera ditangkap polisi dan hukum seberat-beratnya.
Seperti diketahui ibu satu anak itu ditemukan tewas di hutan Datar Canar, Kampung Sukalaksana, RT 1/21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ibu kandung korban, Halimah (60), mengatakan kematian anaknya itu memang tidak wajar karena terdapat luka pada bagian kelala, dahi dan dagu, sehingga dia menduga kuat anaknya dibunuh.
"Saya sebagai ibunya, berharap pelaku bisa dihukum berat, kalau bisa dihukum mati," ujar Haliman saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/3/2020).
Hal tersebut, kata dia, karena selama ini anaknya tidak memiliki musuh, apalagi berbuat salah kepada orang lain. Sebab, keseharian anaknya itu hanya seorang ibu rumah tangga yang sesekali membantu suaminya mencari rumput.
"Anak saya sering bantu suaminya mencari rumput ke pasir (ke daerah atas). Saat kejadian juga memang sedang mencari rumput," katanya.
• Tutorial Cara Aktifkan Dark Mode WhatsApp, Diklaim Bisa Lebih Hemat Baterai
• 240 Toko Sepakati Operasi Pasar Masker, Pasar Jaya: Yang Melanggar Disanksi
Hal senada dikatakan, Syarif Hidayat (28) suami korban yang menyimpan harapan yang sama, bahwa pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal karena istrinya meninggal dalam kondisi mengenaskan.
"Tapi semua itu saya serahkan ke aparat penegak hukum. Semoga pelakunya bisa segera tertangkap," ucapnya.
Sementara aparat kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan, bahkan polisi juga sudah membentuk tim gabungan. (TribunJabar.id)