Disdukcapil Kota Bekasi Ajukan Tiga Unit Anjungan Dukcapil Mandiri Tahun Ini

Taufiq Rahmat Hidayat mengatakan, usulan pengajuan bakal dilakukan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan pertengan tahun nanti.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Taufiq Rahmat Hidayat di Kantor Pemkot Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani Bekasi Selatan, Jumat (6/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi tengah menyiapkan pengajuan usulan pengadaan tiga unit anjungan dukcapil mandiri (ADM) tahun 2020 ini, Sabtu, (7/3/2020).

Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rahmat Hidayat mengatakan, usulan pengajuan bakal dilakukan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan pertengan tahun nanti.

"Anjungan sudah kita usulkan pertama kita akan lakukan di (APBD) perubahan rencana kita di perubahan ini tiga anjungan mudah-mudahan ini tidak bergeser," kata Taufiq.

"Artinya kan biasanya kota bekasi terlambat di perubahan kalau perubahan terlambat kan pengadaan juga pasti terlambat mudah-mudah gak terlambat," sambungnya.

Dia menjelaskan, tiga unit ADM ini nantinya bakal ditempatkan di tiga titik layanan kependudukan. Pertama kata dia di Kantor Wali Kota Bekasi, lalu kedua di Kantor Disdukcapil di Jalan Ir. Juanda, ketiga di Mal Pelayanan Publik (MPP) BTC Bulakkapal.

"Kita sudah siapkan (pengajuan) tiga unit anjungan dukcapil mandiri untuk nanti kita tempatkan di tiga titik sebagai uji coba," ucap Taufiq.

Usulan anggaran pengadaan ADM ini lanjut Taufiq, sesuai dengan harga barang yang sebelumnya pernah dikenalkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Anggaran kalau liat harga di price list kan Rp180 juta satu unit jadi kita kali tiga aja itu yang kita usulkan," lanjutnya.

Meski begitu, Taufiq berharap terdapat pilihan lain dari daftar harga barang yang sebelumnya sudah dikenalkan Kemendagri. Hal ini tentunya, dapat menyajikan harga yang lebih murah.

"Mudah-mudahan ada barang yang lebih murah karena kan sekarang ini baru tiga penyedia mudah2 besok ada penyedia lain yang bisa ngasi lebih murah kan gitu," ujarnya.

"Kita efisiensi kaya gitu bener gak, jadi misal tadinya kita usulan hanya bisa beli tiga lalu ada barang lebih murah bisa beli 4 kan lumayan," sambungnya.

Taufiq juga mengatakan, pada 2021 nanti pihaknya tengah merancang pelayanan modern di Kota Bekasi dengan pengadaan 12 ADM untuk ditempat di 12 kecamatan di Kota Bekasi.

"Kita juga sudah usulkan melalui banprov (bantuan provinsi) Jawa Barat untuk penyediaan di 12 kecamatan sehingga nanti di 2021 semua kecamatan tidak perlu lagi ada pelayanan kependudukan cukup menggunakan ADM itu," tegas dia.

Sebagai informasi, ADM merupakan mesin yang memungkin setiap warga dapat melakukan pencetakan dokumen kependudukan seperti KTP-el, Kartu Keluarga, Akta lahir dan semacamnya, secara mandiri.

Mesin ini pertama kali dikenalkan Kemendagri beberapa bulan lalu sebagai terobosan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan yang mudah dan cepat.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved