Virus Corona di Indonesia
Harga Masker Mahal, Pedagang Pasar Mester Jatinegara Jakarta Timur: Kasihan yang Butuh
Sudah satu bulan kios alat kesehatan milik Hendri (60) di Pasar Mester, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur tak menjual masker.
Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sudah satu bulan kios alat kesehatan milik Hendri (60) di Pasar Mester, Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur tak menjual masker.
Meski harga masker melambung seiring paniknya warga terjangkit virus Corona, untuk sekarang dia ogah menjual masker.
Selain tak lagi dapat kiriman stok masker seharga Rp 25 ribu per boks, dia enggan menyulitkan pembeli langganannya.
"Kalau harganya masih mahal saya enggak mau jual. Kasihan yang beli, yang benar butuh malah dimahalin harganya," kata Hendri di Pasar Mester, Jakarta Timur, Jumat (6 /3/2020).
Pembeli masker langganan Hendri umumnya pedagang eceran yang kerap ditemui di setiap sudut lampu merah Jakarta.
Menurutnya sejumlah pedagang di Pasar Mester kini pun tak menjual masker karena langkanya stok di pasaran.
Hanya segelintir pedagang alat kesehatan yang masih berjualan karena berusaha mencari stok hingga ke tingkat produsen.
"Lagipula kalau harga naik seperti ini untung sama saja. Saya ambil barang dari sales sudah mahal, saya jual mahal juga. Jadi lebih baik enggak jual," ujarnya.
Selain masker, Hendri menuturkan jumlah pembeli hand sanitizer di Pasar Mester dalam beberapa waktu terakhir naik.
Dia berharap pemerintah mengambil langkah guna menurunkan harga masker dan hand sanitizer yang banyak dicari.
"Karena yang untung cuman beberapa pihak saja, produsen sama yang nimbun-nimbun itu. Yang rugi ya masyarakat, orang yang benar-benar butuh," tuturnya.