24 Ruas Jalan di Kota Tangerang Hancur Parah karena Proyek Nasional

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang mendata setidaknya ada 24 ruas jalan di Kota Tangerang yang hancur parah.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Decky Priambodo saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang soal 24 ruas jalan yang rusak karena proyek strategis nasional, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang mendata setidaknya ada 24 ruas jalan di Kota Tangerang yang hancur parah.

Hal itu dikarenakan Kota Tangerang terkena ampas dari proyek strategis nasional yang berada di dan dekat Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Decky Priambodo mengatakan ke-24 ruas jalan tersebut didapatkan sejak pihaknya melakukan survei lapangan dalam tiga pekan terakhir.

Sebanyak 40 titik Jalan Kali Perancis yang masuk wilayah Kota Tangerang sudah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Tangerang, Minggu (8/3/2020).
Sebanyak 40 titik Jalan Kali Perancis yang masuk wilayah Kota Tangerang sudah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Tangerang, Minggu (8/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Tiga minggu lalu survei jalan-jalan rusak, ada 24 ruas jalan yang harus ditangani segera. Posisi saat ini sudah tertangani semua," kata Decky di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (9/3/2020).

Ia menjelaskan, ke-24 jalan tersebut sudah mulai diperbaiki sejak akhir pekan lalu terutama di Jalan Kali Perancis yang terlapor mengalami kerusakan cukup parah.

Menurut Decky, satu dari beberapa penyebab rusaknya ruas jalan di Kota Tangerang karena adanya proyek strategis nasional yang sedang berjalan.

Seperti di Bandara Soekarno-Hatta, kawasan pergudangan Dadap, dan Proyek Tol Kunciran yang banyak truk bertonase berat lalu lalang di Kota Tangerang.

"Tangerang jadi daerah perlintasa akibat angkutan kendaraan berat digunakan pengembanga di wilayah Tangerang," ucap Decky.

"Semua sumber material dari Gunung Sindur dan Tangsel sana. Kendaraan berat ruas jalan melewati Serpong Raya masuk MH. Thamrin naik ke flyover Sudirman, mentok Daan Mogot," sambung dia.

Dampak terparah dari melintasnya truk bertonase berat yang setiap hari melintas di Kota Tangerang pun terlihat di tiga ruas jalan.

Yakni, Jalan Juanda, Jalan Garuda, dan Jalan Benteng Betawi lantaran ketiganya langsung menjadi jalur perlintasan proyek strategis nasional.

"Kami terus berkomunikasi dengan pihak kementerian agar dampak pembangunan Jorr 2 selesai kami tidak ditinggalkan gitu saja. Kalau kami sendiri enggak mungkin karena kerusakan cukup parah," tutup Decky.

Uji Coba Pelapisan Jalan Rusak di Tangerang Pakai Ban Bekas Gagal Total

Uji coba pelapisan jalan rusak di Kota Tangerang menggunakan ban bekas atau disebut Mechanical Concrete oleh Pemerintah Kota Tangerang gagal total.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved