Ini Keterangan Ketua RW Soal Pelecehan Seksual di Gang Kawasan Ciputat

Musa justru mendapat laporan lain, dari warganya, yang juga mendapat perlakuan pelecehan seksual oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Gang Haji Nipan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, lokasi pelecehan seksual, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Kasus pelecehan seksual di bilangan Gang Haji Nipan, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) menggegerkan warga sekitar.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kabar hal pelecehan seksual berupa begal payudara itu menyebar dari pesan sebaran yang mengatasnamakan mahasiswi UIN Jakarta.

Dalam pesan sebaran tersebut, si mahasiswi memaparkan kronologi saat dirinya menjadi korban pelecehan seksual di kawasan yang dekat dengan kampus UIN Jakarta, pada pukul 20.30 WIB, Rabu (4/3/2020).

Bermula dari dirinya yang tengah berjalan kaki di Gang Haji Nipan, dari arah Rumah Sakit Hermina, ke arah Rumah Sakit UIN, ia berpapasan dengan seorang pengemudi ojek online.

Pengemudi ojek online yang dicirikan berhidung mancung, mengenakan jas hujan plastik hijau dan helm hijau itu, memelankan laju dan mengarahkan kemudi ke arah si mahasiswi.

Tiba-tiba, pengemudi ojek online itu meremas dada si mahasiswi begitu saja.

Sampai akhirnya si mahasiswi sempat teriak, dan kabur ke Rumah Sakit UIN, dan dijemput temannya untuk diantar ke indekos.

Setelah dikonfirmasi, Ketua RW 8, keluarahan Pisangan, Musa, mengatakan, tidak ada laporan yang menyampaikan ke dirinya tentang kasus begal payudara tersebut.

Musa justru mendapat laporan lain, dari warganya, yang juga mendapat perlakuan pelecehan seksual oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved