Mahasiswa Gunadarma Demo Kampus

Didemo Ribuan Mahasiswanya, Kampus Gunadarma Batal Terapkan Sistem Pembayaran Baru 70:30

Untuk diketahui, sistem pecah blanko yang dimaksud adalah membayar uang kuliah satu semester dengan dicicil sebanyak dua kali.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Biro Adminstrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Gunadarma Budi Hermana (kanan) memberikan keterangan pers terkait demo ribuan mahasiswanya yang menuntut ketidakjelasan sistem pembayaran, Selasa (10/2/2020).       

Laporan Wartawan TribunJakarts.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Aksi ribuan mahasiswa Gunadarma yang mendemo pihak kampusnya buntut dari ketidakjelasan sistem pembayaran, akhirnya berbuah manis.

Setelah melakukan mediasi terbuka antara wakil dari ribuan mahasiswa dan jajaran rektorat, disepakati bahwa sistem pembayaran pecah blanko 70 : 30 tidak jadi diterapkan.

Untuk diketahui, sistem pecah blanko yang dimaksud adalah membayar uang kuliah satu semester dengan dicicil sebanyak dua kali.

Sistem pecah blanko yang semula 50 : 50 dan berubah menjadi 70 :30 ini, dianggap memberatkan mahasiswa.

Belum lagi, banyak sanksi-sanksi dalam kebijakan baru tersebut yang dianggap merugikan hingga akhirnya kelas pun diliburkan dan mahasiswa berunjuk rasa menuntut kejelasan pada Senin (9/3/2020) kemarin.

Kepala Biro Adminstrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Gunadarma Budi Hermana mengatakan, kebijakan tersebut tidak bermaksud untuk menekan mahasiswanya yang menunggak.

"Tidak ya (menekan), itu kebijaksanaan saja. Artinya kalau kita kan maunya bisa bayar 100 persen, kemarin ada keputusan berdasarkan mekanisme internal itu dari 50 : 50 menjadi 70: 30," kata Budi dalam konferensi pers di Kampus D Gunadarma, Beji, Kota Depok, Selasa (10/2/2020).

Lanjut Budi, setelah kebijakan baru tersebut menuai kontroversi, akhirnya berdasarkan hasil mediasi dengan perwakilan mahasiswa kebijakan sistem pembayaran pun kembali menjadi seperti semula yakni pecah blanko 50 : 50.

"Jadi istilah pecah blanko itu dalam satu semester memang ada perubahan 70 : 30, namun ternyata itu memberatkan mereka sehingga kembali seperti dulu," imbuhnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved