Breaking News:

Warga Munjul Cipayung Jakarta Timur Antisipasi DBD dan Chikungunya

Merebaknya kasus demam berdarah dengeu (DBD) di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir jadi momok bagi warga Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Merebaknya kasus demam berdarah dengeu (DBD) di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir jadi momok bagi warga Jakarta Timur.

Pasalnya tahun 2019 lalu dua warga Jakarta Timur meninggal akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Ketua RT 04/RW 08 Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Misan mengatakan antisipasi DBD bahkan sudah dilakukan sejak tahun lalu.

"Sekarang ada namanya Gemar Batik, artinya gerakan masyarakat berantas jentik. Ini digalakan sama kader Jumantik," kata Misan di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2020).

Pelaksanaannya serupa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang selama ini digalakan guna memberangus jentik nyamuk.

Tapi khusus di warga RW 08 Gemar Batik dilakukan satu pekan tiga kali, yakni di hari Selasa, Jumat, dan Minggu.

"Mungkin kalau di wilayah lain masih dua kali satu minggu, tapi di sini tiga kali seminggu. Jadi kader Jumantik gerebek nyamuk di rumah warga," ujarnya.

Misan menuturkan dalam satu hari gerebek jentik, kader Jumantik dari tiga RT mengecek jentik di satu wilayah RT.

Namun di luar kegiatan rutin tersebut, warga diminta memastikan keberadaan jentik di rumahnya masing-masing.

"Untuk kegiatan tiga kali satu minggu itu kita bergilir, biar masing-masing RT kebagian. Karena DBD ini kan masalah serius, jangan sampai warga kena," tuturnya.

Selain DBD, Misan mengatakan Gemar Batik bertujuan mencegah penyakit Chikungunya yang efeknya tak kalah berbahaya.

Menurutnya ancaman DBD dan Chikungunya lebih nyata dibandingkan dengan virus Corona yang membuat panik warga.

"Kalau di RW 08 Munjul kasus DBD dan Chikungunya sekarang belum ada, mudah-mudahan enggak ada warga yang kena. Makannya kita berupaya cegah," lanjut Misan.

Mengutip kompas.id, jumlah kasus DBD di DKI Jakarta periode 23 Januari-28 Februari 2020 tercatat sebanyak 583 kasus DBD.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved