Berikut Daftar 3 Kecamatan di Kota Bekasi Paling Banyak Kasus DBD

Dinas Kesahatan Kota Bekasi mencatat, periode Januari dan Februari 2020 terdapat 109 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat.

TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Pasien DBD di RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jalan Veteran, Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu, (11/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesahatan Kota Bekasi mencatat, periode Januari dan Februari 2020 terdapat 109 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, dari 109 kasus itu, paling mendominasi dijumpai di tiga kecamatan yakni, Bekasi Barat, Rawalumbu dan Pondok Gede.

"Kami mencatat periode Januari ada 45 kasus dan di Februari ada 64 kasus, paling mendomasi di tiga kecamatan itu," kata Dezy di Kantor Pemkot Bekasi, Kamis (12/3/2020).

Dia menjelaskan, faktor tingginya kasus DBD di tiga wilayah tersebut lantaran minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Terlebih kata dia, memasuki musim penghujan seperti saat ini, potensi pentumbuhan jentik nyamuk cukup tinggi akibat muncul genangan atau lingkungan yang lembab dan kotor.

"Kesadaran masyarakat untuk membersihkan lingkungan, misal tumpukan barang-barang bekas, jika terkena hujan harus segera dibersihkan, karena bisa jadi di sana muncul jentik nyamuk akibat genangan air," jelasnya.

Dinkes sejauh ini telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meminimalisir kasus DBD di Kota Bekasi secara keseluruhan.

"Upaya dari tahun ke tahun tentunya mulai dari administratif berupa surat edaran walikota tentang kewaspadaan dini dan tentunya secara teknis banyak hal yang kita lakukan," ucap Dezy.

"Mulai dari percepatan kordinasi di tingkat lingkungan hingga ke rumah sakit melalui whatsapp grup, gerakan PSN (Pembasmian sarang nyamuk), perkuat kader Jumantik di setiap RW terus kita lakukan," paparnya.

Dezy menilai, kasus DBD harus disikapi dengan kesadaran masing-masing individu. Pemkot Bekasi dalam hal ini Dinkes selalu berupaya dan mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi potensi penyakit DBD.

"Jagan bilang peduli DBD jika belum menjadi Jumantik di rumah sendiri, jadi mininal masing-masing dari kita peduli sama kebersihan rumah sendiri," tegas dia.

"Gerakan satu rumah satu jumantik juga terus kita sosialisasikan, lalu setipa jumat melalui kader Jumantik di setiap RW melakukan kegiatan PSN dengan melakukan 4M (menutup, menguras, mengurus dan memantau)," ujarnya.

Pasien DBD di RSUD Kota Bekasi Meningkat

Memasuki musim hujan, pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi meningkat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved