Bisakah Wabah Virus Corona Akan Mereda Saat Cuaca Mulai Menghangat ?
Setiap tahun musim flu akan reda dan hilang ketika cuaca mulai menghangat. Akankah virus corona juga menyebar?
TRIBUNJAKARTA.COM - Setiap tahun musim flu akan reda dan hilang ketika cuaca mulai menghangat.
Akankah virus corona yang menyebar cepat ke seluruh dunia itu juga akan mengikuti pola flu musiman?
Di musim dingin virus pernapasan memang menyerang paling keras dan dengan mudah menginfeksi banyak orang.
Musim flu di negara empat musim biasanya berlangsung pada Oktober sampai Maret.
Di seluruh dunia para pakar penyakit menular berharap hal yang sama juga akan ditemui pada wabah Covid-19.
Presiden Donald Trump juga menulis di akun Twitternya menanggapi upaya pemerintah China untuk melawan virus Corona.
Ia mengatakan yakin China akan berhasil, "terutama karena cuaca mulai menghangat."
Virus yang menyebabkan influenza atau flu corona yang lebih ringan cenderung menghilang di bulan-bulan yang hangat karena ini adalah tipe virus yang disebut pakar sebagai "musiman".
Namun, belum bisa dipastikan apakah Covid-19 juga memiliki perilaku yang sama.
Saat ini masih dipelajari polanya, sehingga menurut para pakar masih terlalu dini untuk menebak bagaimana virus akan merespon perubahan cuaca.
Sebelum Covid-19, tipe virus corona lainnya juga dianggap sebagai kedaruratan kesehatan internasional, yakni SARS di tahun 2003 dan MERS di tahun 2012.
Virus-virus tersebut memang tidak sama, tetapi ada beberapa kesamaan.
Misalnya saja, penampakan Covid-19 sekitar 79 persen cocok dengan SARS-CoV dan 50 persen sama dengan MERS.
Kesamaan antara SARS dan MERS, selain menular dari hewan ke manusia, juga akan bertambah kuat di cuaca yang dingin dan kering.
Cuaca hangat dan lembab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-dan-matahari_20180726_160243.jpg)