Breaking News:

Niat Traktir Teman di Hari Bahagia, Pengantin Pria Malah Tersandung Hukum Gegara Miras Oplosan

Nasib sial dialami Dadan (20) warga Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, harus berurusan dengan hukum.

ISTIMEWA
Korban miras oplosan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Selasa, (10/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKATANI - Nasib sial dialami Dadan (20), warga Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, harus berurusan dengan hukum.

Sebab, pesta pernikahannya dengan sang istri Dewi Punamasari berujung sejumlah orang tewas karena miras oplosan.

Hari bahagia Dadan dan Dewi digelar Minggu (8/3/2020), di kediaman mempelai wanita, Kampung Puloasem, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

Sehari setelah hajatan, atau Senin (9/3/2020), dua orang teman mempelai pria Jayaludin (39) dan Agus Salim (24) tewas.

Kabar meninggalnya dua pria itu tesebar seantero kampung, keduanya sempat sakit setelah menenggak miras oplosan.

Miras oplosan itu rupanya diminum saat menghadiri pesta pernikahan Dadan.

Ritual minum miras menurut Kapolsek Sukatani AKP Makmur, kerap dilakukan pemuda di lingkungan sekitar tempat kejadian perkara.

Mempelai pria di hari bahagianya berusaha membagi kebahagian dengan mentraktir teman-teman minum miras.

Dadan, sang mempelai pria rupanya melakukan hal itu.

Makmur menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Dadan diketahui berperan sebagai penyumbang dana untuk membeli miras oplosan yang kemudian diminum teman-temannya.

"Mempelai prianya ini berperan sebagai penyandang dana dia memberikan uang Rp 1.700.000 ke temannya untuk dibelikan miras," kata Makmur, Kamis, (12/3/2020).

Uang sebanyak Rp 1.700.000 itu kemudian dibelanjakan miras dengan jumlah yang cukup banyak.

Makmur menjelaskan, miras yang dibeli berupa campuran setengah galon air isi ulang, 24 botol intisari dan lima liter alkohol 60 persen.

"Campuran itu kemudian dimasukkan ke dalam botol Mansion, total yang dipesan ada 100 botol," Ungkap Makmur.

Dalam kejdian ini, polisi turut mengamankan tiga pelaku lain yang berperan sebagai penjual dan pengoplos miras.

Tiga orang itu di antaranya Yudi sebagai penjual miras, Wahyu dan Asan teman mempelai pria pemesan miras oplosan.

Wahyu dan Asan juga sebagai pengoplos. Keduanya sempat mencampurkan minuman lain ke miras oplosan sebelum diminum teman-temannya.

"Ketiganya sama-sama pengoplos, perannya sama, total 4 orang kita sudah amankan," tegasnya.

Dua Tewas, 10 Lainnya Dirawat

Kapolsek Sukatani Polres Metro Bekasi, AKP Makmur mengatakan, korban dirawat usai pesta mitas bertambah dua dari dan total 10 orang, Selasa (11/3/2020).

"Semula yang di rumah sakit delapan, kemarin nambah lagi dua jadi 10 orang," kata Makmur saat dimonfirmasi.

Korban yang dirawat ini mengalami keluhan  sama seperti pusing, sakit perut, mual.

"Korban meninggal dunia saat ini masih dua orang atan nama Agus Salim (19) dan Jayaludin (37), selebihnya itu masih dirawat," ungkapnya.

Adapun seluruh korban diduga menenggak miras jenis oplosan ketika acara pernikahan seorang warga berlangsung.

Ilustrasi Miras
Ilustrasi Miras (Tribunnews.com)

Kronologis kejadian bermula ketika sekelompok pemuda berkumpul di acara pernikahan pada, Minggu (8/3/2020).

Saat berkumpul, para pemuda yang belum dikerahui secara pasti jumlahnya menggelar pesta miras sejak sore hingga malam hari saat acara pernikahan tersebut.

Pada Senin (9/3/2020) malam, dua orang pemuda dipastikan meninggal akibat mengalami sakit usai menenggak miras jenis oplosan.

Pada waktu bersamaan, delepan orang yang diketahui ikut minum mengalami keluhan sakit hingga dilarikan ke rumah sakit disusul dua orang korban lainnya.

Adapun pesta miras saat menggelar acara pernikahan kerap dilakukan pemuda di tempat kejadian perkara di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

"Makanya kita mengharapkan masyarakat berubah, kalo ada nikahan enggak usah pake minum-minumlah, kalau ada hal-hal begitu (hajatan) mereka biasa (minuman keras)," tegasnya.

Imbauan Polisi

Kapolsek Sukatani Polres Metro Bekasi, AKP Makmur, mengatakan, kebiasaan buruk minum minuman keras kerap dilakukan pemuda di daerah tersebut ketika terdapat seorang teman atau tetangga menggelar hajatan.

"Jadi ini kebiasaan jelek, saya sudah tanya ke warga sekitar kalau ada hajatan sering melakukan itu (pesta miras), tapi kenapa enggak diubah," kata Makmur saat dikonfirmasi, Selasa(10/3/2020).

Dia juga sudah mengimbau kepada warga sekitar, agar kebiasan buruk pemuda di daerah tersebut tidak dilakukan lagi.

"Makanya kita mengharapkan masyarakat berubah, kalo ada nikahan enggak usah pake minum-minumlah, kalau ada hal-hal begitu (hajatan) mereka biasa (minuman keras)," ujarnya.

Berani Hadapi King Kobra, Panji Petualang Kocar-kacir saat Lihat Ini, Denny Cagur: Rontok Karisma Lu

Listrik di Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta Padam Dini Hari Tadi

Pernikahan menurut Makmur, merupakan sesuatu yang sakral.

Warga setempat harusnya dapat memahmi hal itu dan tidak mengulangi kebiasaan buruk minum minuman keras saat atau usai menggelar hajatan.

"Menikahkan tujuannya samawa (sakinah, mawaddah, warohmah), tapi samawa itu kan harus ada kebahagiaan lahir batin bagi yang menikah," ucapnya.

"Itu kenapa kalau tujuannya itu diselingi sama hal-hal yang buruk gitu, kebiasaan itu (minuman keras) harus segera dihilangkan, karena sesuatu yang jelek gitu kita himbauanya ke arah situ supaya enggak keulang dikemudian hari," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved