Kongres Partai Demokrat Dapat Digelar Tanpa Izin Gubernur Anies, Ini Penjelasannya

Ditengah merebaknya virus corona di Jakarta, Partai Demokrat bakal menggelar Kongres Nasional pada 14 Maret hingga 16 Maret 2020 mendatang.

TribunJateng/istimewa
Logo Partai Demokrat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ditengah merebaknya virus corona di Jakarta, Partai Demokrat bakal menggelar Kongres Nasional pada 14 Maret hingga 16 Maret 2020 mendatang.

Menurut rencana, Kongres V Partai Demokrat itu bakal digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.

Guna memuluskan agenda tersebut, Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan sempat menyambangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (5/3/2020) lalu.

Pasalnya, Gubernur Anies Baswedan beberapa hari sebelumnya sempat mengeluarkan pernyataan bakal menyetop pemberian izin kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Benni Aguscandra mengatakan, Partai Demokrat tak harus meminta izin Anies untuk menggelar Kongres itu.

Sebab, Kongres tersebut bersifat tertutup sehingga masuk kategori giat masyarakat.

"Izinnya langsung ke Polda biasanya kalau terbatas karena masuk dalam kategori giat masyarakat, seperti arisan dan lainnya," ucapnya, Jumat (13/3/2020).

Terlebih, kegiatan yang juga mengagendakan pemilihan ketua umum itu tak menggunakan fasilitas milik Pemprov DKI dan tidak ada kegiatan pertunjukan yang bisa menarik masyarakat untuk datang menyaksikannya.

"Kalau pakai fasilitas Pemda, seperti taman dan lainnya, serta kalau ada pertunjukan, itu harus minta izin PTSP," ujarnya saat dikonfirmasi.

Untuk itu Benni menyebut, sampai saat ini permohonan izin untuk menggelar Kongres V Partai Demokrat belum masuk ke bagian PTSP.

"Izinya belum masuk ke PTSP, sesuai surat keputusam Sekda, apabila permohonan masuk ke PTSP maka akan dilalukan review risiko terhadap permohonan itu," kata Benni.

"Tapi izin (Kongres) biasanya langsung ke Polda," sambungnya.

Viral Kuburan Jadi Tempat Dangdutan hingga Mabuk-mabukan, Penjaga Makam Geram: Warga Terusik Semua

Pelaku Pamer Alat Vital di Bidara Cina Cengengesan Setelah Beraksi

Review risiko akan dilakukan terlebih dulu oleh Tim Review Perizinan yang juga diketua oleh Benni sebelum nantinya bakal diputuskan apakah izin ditangguhkan atau diberikan.

Ada dua kategori jika izin kegiatan diberikan, yaitu dilanjutkan dengan risiko tinggi dan dilanjutkan dengan risiko kecil.

Benni menyebut, Tim Review ini membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari kerja guna menilai risiko dari suatu kegiatan terhadap penyebaran virus corona.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved