Warga Bidara Cina Resah Pelecehan Seksual di Jalan Mulia Terus Terjadi
Di Jalan Mulia tempat mahasiswi jadi korban, seorang perempuan jadi korban pelaku pamer alat vital pada Rabu (11/3/2020) pukul 11.33 WIB
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga RW 08 Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara emosi dengan aksi pelecehan seksual yang terjadi di Jalan Mulia.
Pasalnya belum dua bulan sejak aksi remas bokong yang menimpa seorang mahasiswi pada Jumat (17/1/2020) terjadi, pelecehan seksual terjadi lagi.
Di Jalan Mulia tempat mahasiswi jadi korban, seorang perempuan jadi korban pelaku pamer alat vital pada Rabu (11/3/2020) pukul 11.33 WIB.
Sekretaris RW 08 Asep Hendi Efendi mengatakan para pengurus RW geleng kepala saat melihat rekaman CCTV yang menyorot aksi pelaku.
"Ini sebenarnya kejadian berulang-berulang lagi seperti kemarin, kasus remas bokong. Kasus ini (pamer alat vital) juga pernah terjadi dulu," kata Asep di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2020).
Upaya warga memviralkan rekaman CCTV saat pelaku remas bokong beraksi dan gencarnya pemberitaan media massa sia-sia.
Pun dengan langkah jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur meringkus pelaku remas bokong, Baharudin (28) pada Senin (20/1/2020).
"Kita enggak tahu kenapa, apa ditangkapnya pelaku remas bokong kemarin enggak bikin jera atau bagaimana. Atau mereka ini ada kelainan (seksual), " ujarnya.
• Tabrak Trotoar, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tangerang Selatan
• Bocah yang Tertabrak Transjakarta di Jalan Pemuda Diduga Pengamen Ondel-ondel
Asep menuturkan kasus eksibisionis di Jalan Mulia sudah pernah terjadi sekitar tahun 1993, korbannya bahkan tak lain orang terdekatnya.
Nahas jumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jalan Mulia bertambah seiring waktu dan terus meresahkan warga RW 08.
"Memang kalau siang sepi, apalagi di situ enggak ada rumah warga. Korbannya ya perempuan, orang terdekat saya pernah jadi korban, orang lewat juga," tuturnya.
Bertambahnya jumlah kasus pelecehan seksual jadi alasan pengurus RW 08 patungan memasang CCTV di lokasi kejadian.
Sejak awal tahun 2019 mereka memasang CCTV dengan tujuan mencegah aksi pelecehan seksual terus berulang.
"Dari Jalan Mulia sampai ke arah permukiman warga sekarang sudah ada 5 CCTV. CCTV ini terus kita pantau, makannya aksi eksibisionis yang kemarin kita tahu," lanjut Asep.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/asep-hendi-efendi-saat-memberi-keterangan-1232020.jpg)