Antisipasi Virus Corona di Bekasi
Pemkot Bekasi Belum Perintahkan Pegawainya Kerja dari Rumah
Mulai besok, tiap-tiap kantor pemerintahan juga diwajibkan menyediakan hand sanitizer yang dapat digunakan untuk pengunjung serta pegawai
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum perintahkan pegawainya untuk bekerja dari rumah di tengah wabah virus corona yang kian memprihatinkan.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi juga telah resmi mengumumkan seluruh sekolah diliburkan selama kurang lebih dua pekan mulai Senin, (16/3/2020), hingga Selasa, (31/3/2020).
Disamping itu, seluruh jadwal kegiatan yang diselenggarakan pemerintah turut ditunda dan izin keramaian tidak diterbitkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Kalau diliburkan tidak (pegawai Pemkot), hanya saja kegiatan terkait itu tadi pengumpulan massa kemudian terkait dengan kegitan-kegiatan kemasyarakatan yang akan kita tunda pelaksanaannya," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Salah satu kegiatan kemasyarakatan yang akan ditunda ialah agenda musrembang di tiap-tiap kelurahan dan kecamatan, pegawai juga difokuskan melakukan kegiatan di kantor.
"Musrembang itu kita akan coba lihat jadwalnya kembali kemudian upayanya adalah mempersiapkan bahwa dimulai dari pegawai yang struggle, mereka kuat mereka sehat baru kita memberikan pelayanan pada masyarakat," jelas dia.
• Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Universitas Pamulang Ganti Kuliah di Kelas dengan E-Learning
• Anies Baswedan Mencabut Kebijakan Ganjil Genap untuk Sementara
Mulai besok, tiap-tiap kantor pemerintahan juga diwajibkan menyediakan hand sanitizer yang dapat digunakan untuk pengunjung serta pegawai kantor itu sendiri.
"Kemudian yang sekarang kita mencoba adalah memeriksa suhu nah itu agak sulit kita dapat barangnya tapi yang jelas kita juga akan berikan sosialisasi kepada mall, hotel mereka juga mempersiapkan seperti itu kita antisipasi lah sejak awal," tegas dia.
Tri juga memastikan, seluruh pelayanan pemerintah tetap akan berjalan seperti di kelurahan, kecamatan dan kantor-kantor dinas serta Mal Pelayanan Publik (MPP).
"Pelayanan tetap normal, kita memastikan layanan yang berimplikasi langsung ke masyarakat tidak terganggu kita akan optimalkan lagi terkait dengan pelayanan KTP dan KK kalau perlu mereka tidak perlu menunggu tetapi nanti petugas yang mengantarkan ya kegiatan apa pencetakan KTP, KK dan sebagainya," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kantor-pemkot-bekasi-di-jalan-jenderal-ahmad-yani.jpg)