Virus Corona di Indonesia

Kebijakan UN SMK di Banten Berubah Dalam Hitungan Jam: UN SMK Ditunda

Pemprov Banten menerbitkan surat edaran, yang berisi penundaan UN SMK, dan disebar ke seluruh kepala sekolah SMK se-Banten

TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Gubernur Banten, Wahidin Halim, sebelum Rapat Penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) bersama Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, di Pendopo Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (15/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTEN - Kebijakan pelaksanaan ujian nasional (UN) di Banten, berubah hanya dalam hitungan jam, dari semula tetap dijalankan menjadi ditunda.

Seperti diketahui, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ataupun yang menggunakan kertas pensil (UNKP) mulanya dijadwalkan pada Senin (16/3/2020) serentak se-Indonesia.

Usai rapat dengan wali kota dan bupati se-Tangerang Raya, di Tangerang, pada sekira pukul 16.00 WIB Minggu (15/3/2020), Gubernur Banten, Wahidin Halim, menyatakan, tegas akan tetap melanjutkan UN meskipun satu hari sebelumnya, Banten ditetapkan berstatus kejadian luar biasa (KLB) corona atau Covid-19.

"Di SMK dan SMA, UN tetap berlangsung, seperti yang sudah diagendakan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di rumah. Ujian tetap di sekolah. Ujian kan terbatas beda dengan belajar," ujar Wahidin kepada awak media.

Tak sampai lima jam, Pemprov Banten, menerbitkan surat edaran, yang berisi penundaan UN SMK, dan disebar ke seluruh kepala sekolah SMK se-Banten

Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Amal Herawan, mengatakan, perubahan itu karena menimbang kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Jadi pertimbangan awalnya itu, pertimbangan Pak Gubernur karena berkaitan ada SMK yang sudah ada jadwal ujian. Kalau SMA belum," ujar Amal saat dihubungi TribunJakarta.com pada Senin (16/3/2020).

"Tapi ternyata sore hari kemarin, ada statement dari kemendikbud, bahwa boleh UNBK diundur. Kita mengambil kebijakan Kemendibud itu untuk sekaligus saja diliburkan semuanya. Membelajarkan diri di rumah," tambahnya.

PSI Minta Gubernur Anies Tinjau Ulang Pembatasan Transportasi Umum Tekan Penularan Corona

Cegah Penularan Corona, Penumpang TransJakarta Diimbau Jaga Jarak

Evaluasi Antrean, Pengelola MRT Jakarta Klaim Social Distancing di Stasiun dan Kereta Sudah Berjalan

Amal sendiri belum mengetahui, sampai kapan penundaan UN SMK. Ia menyerahkannya kepihak Kemendikbud.

"Kalau libur sih dua minggu sampai tanggal 30. Nah UN mungkin bisa ditanyakan ke Kemendikbud, yang SMK ya khususnya," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved