Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Lockdown Jadi Opsi yang Terakhir, DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Kesiagaan Hadapi Covid-19

Melihat langkah tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengimbau agar pemerintah tetap bersiaga.

ISTIMEWA/Dokumentasi pribadi
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah secara resmi telah menetapkan pandemi Covid-19 sebagai Bencana Nasional pada Sabtu (14/3/2020).

Hal ini dilakukan mengingat penyebaran virus yang sangat cepat dan diprediksi akan terus bertambah.

Pemerintah juga membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo.

Namun, walaupun demikian pemerintah belum memutuskan untuk melakukan lockdown secara nasional, karena menilai deteksi penyebaran virus masih terkendali dan masih bisa ditangani oleh infrastruktur kesehatan setempat.

Melihat langkah tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengimbau agar pemerintah tetap bersiaga.

“Saya mendukung langkah pemerintah. Dimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan, ada opsi-opsi seperti karantina atau isolasi terbatas yang saat ini kiranya dinilai lebih relevan dan efektif. Akan tetapi pemerintah juga perlu mempertimbangakan pendapat para ahli, kiranya nanti diperlukan lockdown yang sifatnya memaksa bukan hanya imbauan saja, tapi ada konsekuensi hukumnya,” kata Bobby kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Pemberlakuan lockdown tentu memiliki konsekensi yang besar, baik secara ekonomi maupun sosial, seperti penangguhan hak-hak sipil, pembatasan transaksi, akses dan lain sebagainya.

"Jadi menurut kami, lockdown itu adalah opsi yang paling terakhir," ujar Bobby.

"Kita bisa ambil referensi dari Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan negara lainnya yang tidak memberlakukan lockdown dan dinilai berhasil menjaga dan melokalisir penyebaran dengan sistem deteksi dini," ujarnya.

Seperti dilansir di beberapa media Singapura, keberhasilan Singapura dalam menekan pandemic Covid-19 adalah transparansi dan keterbukaan informasi oleh pemerintah.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved