Ada Plang Razia, Polrestro Jakarta Timur Bantah Gelar Razia Lalu Lintas 

Terkait razia resmi yang dilakukan jajarannya, Kasat Lantas Polrestro Jakarta Timur AKBP Suhli justru menampik.

TribunJakarta/Bima Putra
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Suhli saat mengatur arus lalu lintas di Jalan Otto Iskandar Dinata di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Satlantas Polrestro Jakarta Timur tetap menggelar razia di tengah upaya pemerintah membatasi ruang gerak warga guna mencegah penularan Covid-19.

Sejak Minggu (15/3/2020) hingga Selasa (17/3/2020) tercatat sudah empat kali Satlantas Polrestro Jakarta Timur menggelar razia resmi.

Yakni pada Minggu (15/3/2020) di Jalan Raya Bogor sebelum apartemen Prajawangsa, dan Senin (16/3/2020) di Jalan DI Panjaitan arah Cawang.

Razia yang melibatkan belasan personel juga digelar pada Selasa (17/3/2020) di dua jalur Jalan Raya Bogor, tepatnya sebelum Gudang Air Pasar Rebo.

Dikonfirmasi terkait razia resmi yang dilakukan jajarannya, Kasat Lantas Polrestro Jakarta Timur AKBP Suhli justru menampik.

"Tidak dilakukan razia, hanya potensial (mencegah) laka lantas (kecelakaan lalu lintas)," kata Suhli saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020).

Saat dipertegas perihal keberadaan plang pemberitahuan razia yang dipasang beberapa meter sebelum lokasi razia, dia tidak menjawabnya.

Suhli justru mengucapkan terima kasih atas informasinya yang disampaikan tanpa menjawab gamblang apa razia tetap dilakukan atau diberhentikan sementara.

"Terima kasih informasinya," ujarnya.

Sebagai informasi, pada Minggu (15/3/2020) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi meniadakan sementara kebijakan ganjil-genap di seluruh ruas jalan Ibu Kota.

24 Jam Berlalu, Remaja Hanyut di Kanal Banjir Barat Jakarta Barat Belum Juga Ditemukan

Seorang Warga Negara India Tewas di Mess Tempat Kerjanya di Cikarang Barat Kabupaten Bekasi

Alasannya ganjil-genap membuat warga beralih menggunakan transportasi umum, sementara kerumunan warga justru meningkatkan peluang penularan Covid-19.

"Kita akan hapuskan atau cabut sementara kebijakan ganjil-genap di seluruh kawasan Jakarta. Saat ini potensi penularan di kendaraan umum cukup tinggi," kata Anies, Minggu (15/3/2020).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved