Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Ada yang Keliru, Pemprov Banten Klarifikasi Soal Pengumuman Warga Tangsel Meninggal Akibat Covid-19

Pengumuman Gubernur Banten, Wahidin Halim, soal satu orang warga Tangerang Selatan (Tangsel) meninggal akibat virus corona atau Covid-19 menggegerkan.

TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Gubernur Banten, Wahidin Halim, usai menghadiri Konferensi Provinsi (Konprov) ke-V PGRI Banten 2019, di Intermark BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (17/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pengumuman Gubernur Banten, Wahidin Halim, soal satu orang warga Tangerang Selatan (Tangsel) meninggal akibat virus corona atau Covid-19 menggegerkan masyarakat.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Wahidin mengumumkan bahwa ada lima warganya yang positif Covid-19, dengan persebaran: Tiga di Kabupaten Tangerang, satu di Kota Tangerang dan satu di Tangerang Selatan, melalui akun Instagramnya @wh_wahidinhalim pada Senin (16/3/2020).

"Gubernur Banten mengabarkan kepada masyarakat bahwa positif terkena virus corona lima orang warga Banten. Dua orang tinggal di kecamatan Kelapa Dua, satu orang tinggal di Kecamatan Curug (Kabupaten Tangerang), satu orang tinggal di Kecamatan Ciledug, dan satu orang lagi di Kecamatan Pondok Aren."

"Dari lima orang itu, yang positif terkena virus, satu orang dari Pondok Aren tadi sore telah meninggal dunia," papar Wahidin.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan sejumlah pihak, dari mulai mempertanyakan hingga membantah.

Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Amal Herawan, menegaskan data yang disampaikan Wahidin, sesuai dengan data dari pemerintah pusat.

Amal mengatakan, warga Tangsel yang meninggal itu merupakan kasus nomor 35.

"Kalau Pak Gubernur itu didasarkan pada rilis yang diberikan oleh pemerintah pusat dari juru bicara Covid-19 kepada kita.".

"Pasien yang meninggal itu, data dengan pusat itu sama dengan kita. Jadi kita tidak menambah-nambah informasi sendiri. Pasien yang diistilahkan oleh pusat, pasien yang meninggal itu adalah pasien nomor 35," papar Amal saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (17/3/2020).

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved